loading…
Penempatan dana pemerintah Hingga sistem perbankan sepanjang 2025 belum Memberi dampak optimal Di Perkembangan ekonomi. FOTO/dok.SindoNews
“Injeksi uang yang kami tempatkan Hingga sistem perbankan tidak seoptimal seperti yang saya harapkan Sebelumnya Itu. Ekonomi seharusnya berlari lebih cepat Lantaran ada sedikit ketidaksinkronan Keputusan Antara kami dan Lembaga Keuanganpusat, yang kini telah terselesaikan,” ujar Purbaya Hingga Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Optimistis Ekonomi Tumbuh 6% Hingga 2026, Purbaya Sesumbar: Tak Terlalu Sulit Dicapai
Keputusan penempatan dana yang dimulai Di 12 September 2025 Bersama injeksi awal Rp200 triliun Hingga lima bank Himpunan Bank Milik Negeri (Himbara), Setelahnya Itu ditambah Rp76 triliun Di November 2025, bertujuan Mendorong penyaluran kredit Hingga sektor riil. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing Memperoleh Rp80 triliun, Sambil BTN Memperoleh Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, dan Bank DKI Rp1 triliun.
Akan Tetapi, data Bank Indonesia Menunjukkan Perkembangan kredit perbankan hanya mencapai 7,36 persen secara tahunan per Oktober 2025, Meresahkan tipis menjadi 7,74 persen Di November 2025. Angka ini jauh Hingga bawah target pemerintah yang mengharapkan Perkembangan kredit mencapai 8-11 persen.
Purbaya menjelaskan bahwa kurangnya sinkronisasi Antara Keputusan fiskal dan moneter menjadi penyebab utama dampak injeksi likuiditas yang kurang optimal. “Kini telah Diluncurkan Lebihcepat dan dirapikan. Kami bisa lihat Untuk dua minggu terakhir sudah sangat baik, seharusnya tidak ada hambatan lagi Hingga Didepan,” katanya.
Tekanan Di APBN 2025
Kinerja ekonomi yang melambat Di sembilan bulan pertama 2025 juga berdampak Di penerimaan Negeri. Penerimaan Retribusi Negara hingga November 2025 Terbaru mencapai Rp1.634,43 triliun atau 74,65 persen Untuk target APBN 2025 sebesar Rp2.189 triliun, anjlok 3,21 persen dibandingkan periode sama tahun Sebelumnya Itu.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Injeksi Dana Rp276 Triliun Hingga Perbankan Gagal Dongkrak Ekonomi











