loading…
Bank Indonesia (Bankindonesia) mulai memasifkan Keputusan penggunaan Kurs Mata Uang Asing selain Usd Amerika Serikat. FOTO/dok.SindoNews
Deputi Gubernur Senior Bankindonesia Destry Damayanti mengatakan Pengatur Moneter menggencarkan Keputusan Local Currency Transaction (LCT), yang mana transaksi atau Perdagangan Antar Negara Melewati valuta Asing dapat selain Usd.
“Bersama Sebab Itu kalau saya importir Produk Bersama Tiongkok sana, maka saya bayarnya instead pakai Usd saya bisa pakai Kurs Mata Uang Nasional, nanti Hingga sana terima juga Kurs Mata Uang Nasional. Sebagai Gantinya mereka nanti kalau dia apa namanya, dia juga bisa menggunakan Bersama China ya Bersama Renminbi. Nah inilah terus kami dorong,” kata Destry Untuk Kegiatan diskusi Hingga Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Purbaya Sangkal Kurs Mata Uang Nasional Anjlok Imbas Thomas Djiwandono Dicalonkan Hingga Bankindonesia
Perkembangan LCT sebagai mekanisme transaksi Perdagangan Antar Negara tidak bisa dipandang sebelah mata, meski belum tetap bisa menandingi superioritas Usd. Kata Destry, transaksi Melewati LCT mencapai 25 miliar Usd AS per tahun. Jumlah ini naik dua kali lipat Bersama periode Sebelumnya.
“Nah inilah sebenarnya salah satu upaya kami Untuk Mengurangi ketergantungan Pada US Dollar. Tapi tentu konsekuensinya Bank Indonesia harus bisa nih provide apakah itu Renminbi atau itu Yen. Bersama Sebab Itu ini yang salah satu upaya yang kita lakukan Untuk rangka Untuk stabilitas Kurs Mata Uang kita,” kata dia.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Mitigasi Pelemahan Kurs Mata Uang Nasional, Bankindonesia Cari Cara Kurangi Ketergantungan Usd AS











