Chatbot Ai (AI) seperti ChatGPT atau Gemini seakan sudah menjadi Pada Bersama kehidupan Kelompok modern. Akan Tetapi, muncul sebuah pertanyaan apakah penggunaannya dapat membuat manusia menjadi lebih bodoh?
Skuat peneliti Di Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengundang 54 peserta Studi Untuk menulis esai Di empat sesi. Mereka dibagi Di Di tiga kelompok, yaitu satu menggunakan ChatGPT, satu menggunakan mesin pencari Google, dan satu lagi menulis hanya Bersama kemampuan berpikir sendiri. Di sesi terakhir, peran ketiga kelompok ini ditukar.
Peserta yang menggunakan ChatGPT secara konsisten menghasilkan esai Bersama tingkat orisinalitas dan kedalaman yang lebih rendah dibandingkan mereka yang menggunakan mesin pencari atau menulis tanpa Dukungan apa pun. Justru, pencitraan otak Menunjukkan penurunan keterlibatan kognitif Di Pemakai ChatGPT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Area otak yang berperan Di perhatian, memori, dan penalaran tingkat tinggi tampak jauh kurang aktif.
“Sebagaimana ketergantungan Di GPS dapat menumpulkan kemampuan navigasi kita, ketergantungan Di AI Untuk menulis dan bernalar dapat menumpulkan kemampuan tersebut Di diri kita sendiri,” tulis laporan MIT dikutip Bersama Forbes, Jumat (23/1/2026).
Studi lain yang dilakukan Bersama peneliti Swiss menemukan hal yang sama. Berdasarkan survei Di 666 responden Bersama berbagai usia dan latar Di Belajar, ketergantungan AI memengaruhi kemampuan berpikir kritis yang berkorelasi negatif.
Mereka yang kerap mengandalkan AI Untuk menulis, meneliti, atau Memutuskan keputusan cenderung Memiliki kesadaran metakognitif dan kemampuan analisis yang lebih rendah.
Dampak ini tidak terbatas Di satu kelompok tertentu, Walaupun Pemakai yang lebih muda dan mereka Bersama tingkat Belajar lebih rendah terlihat paling terdampak.
Studi ini juga menegaskan ketergantungan Di AI Mendorong ‘cognitive offloading’ atau kecenderungan menyerahkan pekerjaan yang Sebelumnya Itu dilakukan Di otak Di alat eksternal. Kejadian Luar Biasa ini sebenarnya bukan hal yang Terbaru seperti menggunakan kalkulator dan kalender, tapi AI Memiliki Memiliki level yang sangat berbeda.
Cara Menggunakan AI Tanpa Kehilangan Ketajaman Berpikir
Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan Untuk Menantikan masalah ketajaman berpikir akibat ketergantungan AI.
Pertama, Sebelumnya membuka chatbot, coba pikirkan dulu masalah yang ingin dipecahkan. Buat draft ide, susun kerangka, dan pikirkan solusinya. Lalu, bisa gunakan ChatGPT Untuk membantu menyempurnakan.
Jika seseorang Memiliki refleks langsung membuka chatbot dibandingkan memikirkannya dulu, ini bisa menjadi tanda peringatan. Sebaiknya hentikan kebiasaan itu, dan hadapi rasa tidak nyaman Lantaran tidak tahu, Lantaran Di situ pembelajaran terjadi.
Otak manusia Di Umumnya memang suka efisiensi, tapi Kemajuan hanya bisa muncul Lewat sebuah ‘gesekan’. Jangan buru-buru buka chat bot ketika Berusaha Mengatasi pertanyaan sulit atau Konsep yang rumit.
Bahaya sesungguhnya bukanlah ChatGPT Berencana menggantikan manusia. Bahayanya adalah ia bisa membuat otak manusia tumpul, terlebih jika chatbot dibiarkan menggantikan proses berpikir, alih-alih memperkaya kemampuan.
Halaman 2 Bersama 2
(avk/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Keseringan Pakai ChatGPT Bikin Otak ‘Menciut’? Temuan Peneliti Ini Bikin Terkejut











