loading…
Hingga Di meningkatnya tantangan ketenagakerjaan dan perubahan cepat kebutuhan industri, Bostan Group memperkuat Langkah Pembaruan kompetensi profesional skala nasional. Foto/Dok
Direktur Utama Bostan Group, M Sutan HS menegaskan, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan Di keterbatasan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesenjangan kompetensi (skill gap) Antara pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha.
“Masalah utama bukan sekadar kurangnya pekerjaan, tetapi kurangnya kesiapan kompetensi Di sumber daya manusia (SDM). Industri berkembang sangat cepat, Sambil banyak tenaga kerja belum Memiliki Kemahiran yang relevan. Hingga sinilah kami hadir,” ujar M Sutan HS.
Baca Juga: Tren Pembaruan Kompetensi SDM
Untuk beberapa tahun terakhir, transformasi digital, otomatisasi, serta perubahan model Usaha telah mengubah standar kompetensi tenaga kerja. Banyak perusahaan kini mencari tenaga profesional yang tidak hanya Memiliki ijazah formal, tetapi juga Kemahiran teknis dan soft skills yang teruji.
Trend Populer ini menciptakan kesenjangan Antara lulusan Pembelajaran dan kebutuhan industri. Dampaknya, tingkat pengangguran, khususnya Ke usia produktif, masih menjadi tantangan nasional. Bostan Group melihat persoalan ini sebagai Kemungkinan sekaligus tanggung jawab sosial korporasi.
Bostan Royal Institute: Pilar Pembaruan SDM
Sebagai Dibagian Di strategi tersebut, Bostan Group Membuat unit Pembelajaran dan pelatihan bernama Bostan Royal Institute. Lembaga ini dirancang sebagai pusat Pembaruan kompetensi profesional berbasis praktik dan kebutuhan pasar kerja.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia











