Jakarta –
Berdayakan penyandang diasbilitas, kafe ini punya Prototipe yang unik. Seluruh pekerjanya adalah tuna rungu dan tuna wicara.
Pengalaman Hidup makan Hingga restoran biasanya identik Didalam percakapan Di pelanggan dan pelayan. Mulai Di memesan Minuman hingga menanyakan rekomendasi menu, komunikasi menjadi Pada penting Di pelayanan.
Tetapi berbeda Didalam restoran ini. Hingga sini, suasana makan terasa lebih hening Sebab para pelayan tidak mengucapkan sepatah kata pun Pada melayani tamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Di Times of India, (10/3/2026), restoran tersebut bernama Ishaara Hingga Bangalore, India, yang Di bahasa Hindi berarti “isyarat”. Sesuai namanya, komunikasi Hingga restoran ini dilakukan menggunakan bahasa isyarat.
|
Sebauh restoran secara khusus mempekerjakan para penyandang tuna rungu dan tuna wicara. Foto: Instagram/weekendplansorted
|
Pelayan yang bekerja Hingga sana merupakan penyandang Penyandang Disabilitas tuna rungu dan tuna wicara. Supaya seluruh Komitmen Didalam pelanggan berlangsung tanpa percakapan verbal.
Begitu memasuki restoran, pengunjung Berencana disambut Didalam senyum ramah Di staf. Meski tidak berbicara, para pelayan tetap mampu berkomunikasi secara efektif menggunakan gerakan tangan, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh.
Ishaara didirikan Dari Prashant Issar Didalam tujuan menciptakan ruang kerja inklusif Untuk penyandang Penyandang Disabilitas. Menurutnya, mempekerjakan orang Didalam keterbatasan bukanlah bentuk belas kasihan atau strategi pemasaran semata.
Sebagai Gantinya, ia ingin Menunjukkan mereka Memperoleh potensi Untuk bekerja secara profesional Hingga industri Minuman. Salah satu kisah yang sering dibagikan adalah tentang seorang staf bernama Thirtharaj.
Mereka diberi kesempatan selayaknya para pelayan dan pekerja normal Ke umumnya. Foto: Instagram/weekendplansorted |
Ia berasal Di Kolkata dan Sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa bekerja Hingga restoran Sebab keterbatasan yang dimilikinya. Tetapi Setelahnya bergabung Didalam Ishaara dan Merasakan pelatihan, ia berhasil menjadi salah satu pelayan andalan dan mampu menghidupi keluarganya.
Hal ini sebenarnya bukan suatu yang Mutakhir Hingga dunia Minuman. Hingga Indonesia, kafe Didalam Prototipe serupa juga bisa ditemukan.
Salah satunya Ke Sunyi Coffee yang berada Hingga bilangan Barito, Jakarta Selatan. Kafe ini secara khusus mempekerjakan para tuna rungu sekaligus menjadi tempat komunitas penyandang tuna rungu maupun mereka yang ingin belajar bahasa isyarat.
Malahan Hingga Di hiruk pikuk stasiun Sudirman juga ada Difabis Coffee yang mempekerjakan penyandang tuna rungu Ke kafe berkonsep to-go. Praktik ini membuktikan keterbatasan bukan menjadi alasan Untuk menyampingkan penyandangnya Di manusia dan Kegiatan sosial seperti Ke umumnya.
(dfl/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Keren! Restoran Ini Pekerjakan Tuna Rungu sebagai Pelayan












