loading…
Potret Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple yang kini memilih menjauh Bersama hingar-bingar Keahlian dan Kecerdasan Buatan (AI) Lantaran dinilainya terlalu kaku dan kehilangan sentuhan manusiawi. Foto: ist
Pada 50 tahun terakhir, Apple telah mengubah peradaban manusia. Wozniak yang mengabdi hingga tahun 1985 adalah otak Di balik Pc personal 8-bit Apple I dan dua model Pc pertama, serta kreator Macintosh yang memopulerkan antarmuka Grafik.
Inovasinya membuka gerbang Keahlian hingga kini produk Apple (Macintosh, iPhone, Apple Watch, dan AirPods) berada Di saku Di 1,5 miliar orang Di seluruh dunia. Tetapi, Wozniak kini lebih memilih menyentuh rumput.
“Saya benar-benar telah cukup banyak memutus hubungan Bersama Keahlian. Dan saya percaya alam jauh lebih penting daripada apa yang dilakukan manusia,” ungkap Wozniak Untuk wawancara terbaru bersama CNN.
Mengenai AI, ia melontarkan Penilaian tajam. “Saya sangat jarang menggunakan AI. Saya sering membaca hal-hal (yang dihasilkan AI), dan itu terdengar terlalu kaku dan terlalu sempurna, Sambil Itu saya Mengharapkan sesuatu Bersama manusia, dan saya sering kali sangat kecewa.”
Skeptisisme Wozniak sejalan Bersama postur Usaha Apple Pada ini yang tampak tertinggal Untuk perlombaan senjata AI Dunia.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Apple Rayakan 50 Tahun, Steve Wozniak Malah Pilih Pensiun Bersama Keahlian dan Menjauh Bersama AI











