loading…
Menjawab hal tersebut, Blibli secara konsisten Menampilkan Langkah e-waste collection Gadget for Good Di menyediakan dropbox pengumpulan limbah elektronik. Foto/Dok
Komitmen ini diwujudkan Melewati berbagai inisiatif berkelanjutan, seperti E-Waste Collection Langkah dan Take Back Packaging, yang telah dijalankan secara konsisten, sebagai upaya bersama Untuk membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Di Ditengah meningkatnya kesadaran publik Di Permasalahan lingkungan, salah satu tantangan terbesar adalah memastikan material pascakonsumsi dapat dikelola secara bertanggung jawab. Berdasarkan laporan Internasional E-waste Monitor, secara Internasional, volume limbah elektronik (e-waste) telah mencapai 62 juta ton Di 2022 dan diproyeksikan Meresahkan menjadi 82 juta ton Di 2030. Akan Tetapi hanya 22,3% yang berhasil didaur ulang secara formal, berdasarkan World Health Organization.
Baca Juga: Langkah Membumi Bikin Unjuk Rasa Nyata Sebagai Bumi yang Lebih Lestari
Di Indonesia, tantangan ini tidak kalah serius. Data Internasional E-waste Monitor 2024 juga Menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan Disekitar 2 juta ton sampah elektronik per tahun, menempatkannya sebagai salah satu kontributor terbesar Di Asia Tenggara. Pulau Jawa sendiri menyumbang lebih Di separuh total volume tersebut.
Kesenjangan Di volume dan pengelolaan juga masih signifikan. Di DKI Jakarta, misalnya, Di total e-waste yang dihasilkan, hanya Disekitar 165 ton yang berhasil dikelola sepanjang periode 2019 hingga Mei 2024.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Di Earth Day Ke Every Day, Komunitas Diajak Kelola E-Waste lewat Gadget for Good











