loading…
ChatGPT. FOTO/CNET
Penembakan itu terjadi Ke tanggal 10 Februari Hingga Tumbler Ridge, ketika Jesse Van Rootselaar yang berusia 18 tahun melepaskan tembakan, menewaskan delapan orang. Hingga Di para korban adalah ibu dan saudara tiri Individu Terduga, bersama Didalam lima siswa Didalam sebuah sekolah menengah setempat. Rootselaar Sesudah Itu bunuh diri Didalam menembak dirinya sendiri.
Menurut OpenAI, akun ChatGPT Rootselaar secara internal ditandai Ke Juni lalu Lantaran penyalahgunaan “Sebagai mempromosikan Kegiatan Kekejaman,” dan Sesudah Itu ditangguhkan. Perusahaan Mengungkapkan bahwa Ke Pada itu, penggunaan ini tidak mencapai ambang batas Sebagai Disorot sebagai ancaman spesifik atau mendesak, dan Karenanya tidak melaporkannya kepada penegak hukum.
Di surat yang dibagikan Ke 24 April Dari media lokal dan Perdana Pembantu Presiden Pembantu Presiden British Columbia David Eby, Altman mengakui bahwa keputusan itu adalah sebuah Kegagalan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Bos OpenAI Akui ChatGPT Digunakan Sebagai Merencanakan Penembakan Massal











