loading…
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Berkata komitmennya Sebagai meneruskan agenda Pembelian Barang Didalam Luar Negeri Migas 150 juta ton barel asal Rusia. Foto/Dok
Kepastian ini disampaikan langsung Dari Direktur Jenderal Migas dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Ia menjamin, bahwa kesepakatan Pembelian Barang Didalam Luar Negeri Migas Didalam Rusia sama sekali tidak urung dilakukan, apalagi Wakil Pembantu Presiden Tim Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga Terbaru saja merampungkan agenda lawatan dinasnya Hingga Rusia.
“Sekarang masih tetap berproses, kemarin juga Pak Wamen barusan kembali Didalam sana juga. Dari Sebab Itu proses tetap berjalan,” kata Laode kepada awak media Ke Kantor Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Indonesia Resmi Pembelian Barang Didalam Luar Negeri Migas Rusia 150 Juta Barel, Setara Setengah Kebutuhan BBM Nasional
Sebagai langkah antisipatif Hingga Didepan, Laode memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi khusus, andai muncul hambatan Untuk proses pengiriman Produk Internasional energi tersebut. Salah satu solusi yang siap dioptimalkan adalah Didalam memaksimalkan peran strategis keanggotaan Indonesia Ke Untuk blok ekonomi BRICS .
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: BRICS Dari Sebab Itu Senjata Terakhir Indonesia jika Pembelian Barang Didalam Luar Negeri 150 Juta Ton Barel Migas Rusia Batal











