Anggapan bahwa masa kehamilan adalah waktu Sebagai membatasi Olah Raga sepenuhnya berhasil ditepis Bersama seorang ibu asal Indonesia. Nabila Qadrianty, yang akrab disapa Lala, menghebohkan media sosial Setelahnya mencatatkan Catatan Museum Catatan-Dunia Indonesia (MURI) sebagai wanita hamil pertama yang menyelesaikan ajang ketahanan fisik HYROX Di usia kehamilan 24 minggu.
Unjuk Rasa mengagumkan ini dibuktikannya Di berlaga Di HYROX Osaka Di kategori Women’s Open (usia 35-39). Nabila berhasil menuntaskan tantangan ketahanan fisik tersebut Bersama catatan waktu 2 jam 21 menit 37 detik, menempati Posisi Di-599 secara keseluruhan dan Posisi Di-96 Di kelompok usianya.
Di berbincang Bersama detikcom, keikutsertaannya Untuk ajang bergengsi tersebut berawal Bersama persiapan Pelatihan yang sudah dirancang jauh Sebelumnya dirinya dinyatakan positif hamil. Setelahnya mendapati dirinya mengandung dan berkonsultasi mengenai manfaat Aktivitasfisik, Nabila memutuskan Sebagai tetap melanjutkan Langkah latihannya secara terukur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Semangat awalku sebenarnya Lantaran memang Sebelumnya hamil sudah prep Sebagai race Osaka tapi mendadak aku hamil. Di kehamilan kedua ini Lantaran Sebelumnya Itu sudah aktif Aktivitasfisik maka akupun cari tahu Yang Terkait Bersama manfaat ibu hamil yang Aktivitasfisik dan ternyata banyak banget manfaat Sebagai janin, seperti fungsi kognitif dan lain-lain,” ujar Nabila ditulis Sabtu (1/8/2026).
Pelatihan Rutin 6 Bulan dan Momen Paling Mendebarkan
Keikutsertaan Untuk Laga seberat HYROX yang mengombinasikan Aktivitasfisik Berlari dan Pelatihan kekuatan (strength) tentu tidak dialakukan secara instan. Nabila telah membekali fisiknya Sebelum trimester pertama kehamilan guna menjaga ketahanan tubuhnya (endurance).
“Aku persiapin race aku Bersama trimester pertama Bersama tetap Pelatihan kardio dan strength Pada kurang lebih 6 bulan. Sebagai menjaga endurance,” tambah Nabila.
Uniknya, Di balik ketahanan fisiknya yang luar biasa, Nabila mengaku tantangan terbesar yang dirasakannya Pada ajang justru datang Bersama rasa cemas dan fokus ekstra Sebagai menjaga keselamatan tubuhnya agar terhindar Bersama Luka, lantaran keikutsertaannya dilakukan secara rahasia.
Momen paling menantang sebenarnya bukan Lantaran race itu, tapi Lantaran deg-degan Di sana race itu secara rahasia alias tidak ada yang tahu. Bersama Sebab Itu momen paling deg-degan adalah menjaga diri agar tidak kena injury,” kenangnya.
Pesan Sebagai Para Bumil: Motherhood is a Marathon
Untuk Nabila, keputusan Sebagai tetap aktif Aktivitasfisik Di hamil bukan sekadar Sebagai mengejar pencapaian pribadi. Lebih Bersama itu, ia ingin menanamkan persepsi bahwa menjadi seorang ibu membutuhkan kesiapan fisik dan otot yang kuat Untuk mendampingi tumbuh kembang buah hati hingga dewasa.
“Sebagai para ibu-ibu yang menjalani kehamilan yang sehat, motherhood is a marathon. Kita butuh fisik yang kuat buat menjaga anak kita, kita butuh otot supaya bisa kuat menemani anak sampai dewasa, kita mau bisa tetap sehat dan bisa menikmati hidup kita sama mereka. Bersama Sebab Itu mari kita upayakan Bersama Sebab Itu ibu yang sehat itu,” pungkas Nabila.
Halaman 2 Bersama 2
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Cerita Lala Nabila Ikut HYROX Di Hamil 24 Minggu, Bukti Bumil Tetap Bisa Segar











