Lonjakan Peristiwa Pidana influenza imbas adanya varian Mutakhir influenza A (H3N2) subclade K Hingga sejumlah Bangsa memicu kekhawatiran publik Yang Berhubungan Di potensi Wabah Internasional Sesudah COVID-19.
Kemunculan istilah ‘super flu’ sebenarnya berkaitan Di dugaan Kelajuan penularan. Meski begitu, Mantan Direktur Gangguan Menyebar WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Latihan Yoga Aditama, menilai Situasi Pada ini belum mengarah Hingga Wabah Internasional.
“Kalau melihat perkembangan sekarang, maka super flu ini hanya Akansegera mengakibatkan gelombang Penyakit flu yang lebih hebat dibandingkan tahun-tahun Sebelumnya Itu, Di Sebab Itu tidak, atau setidaknya belum mengarah Hingga Wabah Internasional,” kata Prof Tjandra Di keterangannya, yang diterima detikcom Kamis (1/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, penilaian apakah suatu Penyakit Berpeluang menjadi Wabah Internasional tidak bisa dilakukan secara prematur, melainkan bergantung Ke sejumlah faktor Kunci.
Menurut Prof Tjandra, terdapat tiga faktor utama yang menentukan super flu Berpeluang berkembang menjadi Wabah Internasional seperti yang terjadi Ke influenza H1N1, 2009 silam.
Pertama, jika terjadi mutasi lebih signifikan yang membuat Patogen H3N2 menjadi benar-benar Mutakhir dan sangat berbeda Di varian Sebelumnya Itu.
Kedua, peningkatan tajam penularan dan keparahan Penyakit. Jika laju penularan Meresahkan drastis disertai dampak klinis yang lebih berat, risiko epidemi Akansegera Lebihterus besar.
Ketiga, meluasnya penularan lintas Bangsa secara masif. Wabah Internasional, menurutnya, ditandai Di penyebaran Internasional yang tidak lagi bisa dibendung batas Daerah.
“Kalau ketiga faktor ini tidak terjadi secara bersamaan, Kemungkinan menjadi Wabah Internasional relatif kecil,” lanjut Prof Tjandra.
Sebagai catatan, H3N2 bukanlah Patogen Mutakhir. Lonjakan Peristiwa Pidana influenza Hingga sejumlah Bangsa seperti Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat Ke Oktober lalu, serta kemungkinan Hingga Malaysia dan Thailand, juga disebabkan Di H3N2. Justru, dunia pernah Menyaksikan peningkatan besar Peristiwa Pidana influenza Ke 1968, yang juga dipicu Di Patogen influenza A H3N2, meski belum Di bentuk subclade K.
Tetapi, yang perlu dicermati, Patogen H3N2 subclade K ini disebut telah Menyaksikan Disekitar tujuh kali mutasi. WHO Dari November 2025 telah Mengungkapkan Patogen ini menyebar cepat dan mendominasi Peristiwa Pidana influenza Hingga sejumlah Bangsa Hingga belahan bumi utara.
Data terakhir Di Amerika Serikat per 30 Desember 2025 Menunjukkan influenza berada Ke kategori tinggi hingga sangat tinggi Hingga 32 Bangsa Dibagian, Meresahkan tajam Di 17 Bangsa Dibagian Ke minggu Sebelumnya Itu.
Jumlah pasien influenza yang dirawat Hingga Fasilitas Medis melonjak menjadi 19.053 orang, hampir dua kali lipat dibandingkan pekan Sebelumnya Itu yang tercatat 9.944 pasien. CDC juga melaporkan Disekitar 3.100 kematian akibat influenza Ke musim flu kali ini. Di satu pekan, angka kematian Ke anak Meresahkan menjadi lima Peristiwa Pidana, Di tiga Peristiwa Pidana Ke minggu Sebelumnya Itu.
Data tersebut Menunjukkan bahwa sebagian besar Peristiwa Pidana influenza Hingga Amerika Serikat disebabkan Di Patogen H3N2, dan bukan tidak Bisa Jadi didominasi Di subclade K.
Prof Tjandra mengimbau bila Menyaksikan Tanda-Tanda flu, sebaiknya menjaga Situasi, memakai masker agar tidak menularkan Hingga orang lain, dan beristirahat.
Kedua, segera berkonsultasi Di tenaga Kesejaganan apabila Tanda-Tanda memberat, serta melaporkan bila Di satu lingkungan, Tempattinggal, kantor, atau sekolah, terdapat beberapa orang Di Tanda-Tanda serupa yang muncul mendadak.
Ketiga, Imunisasi influenza tetap dapat diberikan, terutama Untuk kelompok rentan seperti lansia dan penderita Penyakit penyerta berat.
Sambil Itu, kepada pemerintah, Prof Tjandra menekankan pentingnya komunikasi risiko yang transparan dan berkelanjutan.
“Akansegera baik kalau perkembangan Patogen influenza H3N2 subclade K Hingga berbagai Lokasi diinformasikan secara luas kepada publik Di waktu Hingga waktu, termasuk Sesudah temuan 62 Peristiwa Pidana ini,” ujarnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kata Mantan Petinggi WHO soal Kemungkinan ‘Super Flu’ Bisa Di Sebab Itu Next Wabah Internasional











