Jakarta –
Seorang pria asal New York merayakan ulang tahun ginjalnya yang Ke-100 tahun. Pria berusia 64 tahun ini Menyambut transplantasi ginjal Didalam ibunya ketika masih remaja.
Dikutip Didalam laman People, pria bernama Ray Vetuskey tersebut didiagnosis gagal ginjal Di berusia 16 tahun, tepatnya Di 1978. Setelahnya dialisis atau cuci darah tidak bisa membantunya, satu-satunya pilihan adalah transplantasi ginjal. Ketika itu, ibunya, Betty, yang berusia 52 tahun menawarkan diri.
“Saya rasa dia tidak berpikir dua kali,” kata Vetuskey, dikutip Didalam WHEC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Apa pun yang bisa dia lakukan Untuk membantu putranya, saya rasa dia Akansegera melakukannya – dan menurut saya memang begitu,” tambahnya.
Ibunya meninggal Di 2008. Jika masih hidup, ibunya sudah berusia 100 tahun.
Menurut para ahli Ke University of Rochester, sangat jarang ginjal yang didonorkan bisa bertahan Di itu. Di siaran pers Di 28 September 2026, rata-rata masa hidup ginjal donor adalah 15-20 tahun.
Vetuskey menjalani operasi Ke Strong Memorial Hospital, University of Rochester Medicine. Ia adalah penerima transplantasi ginjal Didalam masa hidup terlama Ke institusi tersebut. Lelaki tersebut Berkunjung Ke Fasilitas Medis setahun sekali Untuk pemeriksaan dan Praktisi Medis Meramalkan ginjalnya Akansegera bertahan seumur hidupnya.
“Sungguh menakjubkan melihatnya tetap sehat Didalam ginjal yang berfungsi sangat baik Setelahnya 100 tahun,” kata Miklos Z. Molnar, MD, PhD, direktur Layanan Medis Transplantasi Untuk Institut Transplantasi URochester Medicine.
“Ini adalah situasi yang langka – jelas sesuatu yang tidak kita lihat setiap hari,” ungkapnya.
Di hari operasi Di Maret 1978, Vetuskey ingat bahwa dirinya berpegangan tangan Didalam ibunya yang menangis.
“(Saya) berkata, ‘Jangan khawatir tentang apa pun Lantaran saya harus pergi Ke Pertunjukan Musik dan saya tidak Akansegera melewatkannya,'” kata Vetuskey.
Tiga minggu Lalu, Vetuskey berhasil pergi Ke Pertunjukan Musik tersebut dan masih menyimpan sobekan tiket sebagai kenang-kenangan.
“Setiap hari aku memikirkannya, tak sehari pun berlalu,” katanya.
“Dia selalu berada Ke sisiku, sepanjang waktu.”
(elk/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kisah Pria Hidup Didalam Ginjal Donor Didalam Sang Ibu, Usianya Capai 100 Tahun











