loading…
Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto Di peluncuran white paper Di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
“Kolaborasi yang bertanggung jawab Di perbankan dan pindar menjadi Kunci penting Sebagai membuka pintu perluasan pembiayaan dan menjangkau segmen Kelompok yang Di ini belum terlayani secara optimal, Didalam tetap menjunjung prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang kuat,” kata Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto Di peluncuran white paper Di Jakarta.
Kajian tersebut menyoroti stagnasi akses kredit Di Di meningkatnya kebutuhan pembiayaan, yang mencerminkan keterbatasan sistem pembiayaan formal Di menjangkau seluruh lapisan Kelompok. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Menunjukkan pendanaan bank Di industri pindar Menimbulkan Kekhawatiran Didalam Rp4,5 triliun Di 2021 menjadi Rp46,1 triliun Di 2024, menandakan meningkatnya kepercayaan Pada model kolaborasi ini.
Baca Juga: Prabowo Sentil Pengusaha Besar Suka Minta Restrukturisasi Kredit Di Pemerintah
Deputi Komisioner Pengawas PMVL OJK Jasmi Mengungkapkan otoritas Merespons Positif inisiatif yang memperkuat kolaborasi inklusif dan bertanggung jawab Di perbankan dan industri pindar, Didalam tetap mengedepankan tata kelola, manajemen risiko, serta perlindungan konsumen. Sambil Itu, Kementerian PPN/Bappenas menilai optimalisasi berbagai kanal pembiayaan, termasuk Lewat sinergi lembaga keuangan konvensional dan inovatif, penting Sebagai Merangsang Perkembangan ekonomi yang lebih merata.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kolaborasi Perbankan dan Pinjol Didorong Tutup Kesenjangan Akses Kredit











