loading…
Bank Indonesia (Lembagakeuanganpusat) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau Lembagakeuanganpusat Rate Di level 4,75%, yang ditetapkan Di Diskusi Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG Lembagakeuanganpusat) Di 18-19 Februari 2026. Foto/Dok
“Bersama melihat berbagai perkembangan dan prospek-prospek tersebut, Diskusi Dewan Gubernur Bank Indonesia Di 18 dan 19 Februari 2026 memutuskan Untuk mempertahankan Lembagakeuanganpusat Rate sebesar 4,75 persen,” kata Gubernur Lembagakeuanganpusat, Perry Warjiyo Di konferensi pers RDG Lembagakeuanganpusat Di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Modal Asing Deras Keluar, Lembagakeuanganpusat Diramal Bertahan Suku Bunga Acuan 4,75%
Keputusan ini, lanjut Perry, konsisten Bersama upaya menjaga stabilitas Nilai Mata Uang Idr Di Ditengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan Internasional guna mendukung capaian sasaran Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa 2026 dan Mendorong Kemajuan ekonomi.
“Hingga Di, Bank Indonesia Akansegera terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran Keputusan moneter dan Keputusan makroprudensial yang telah ditempuh Di ini Bersama tetap mencermati ruang penurunan Lembagakeuanganpusat Rate Lebih Jelas,” jelasnya.
Baca Juga: Idr Ambruk, Pemangkasan Suku Bunga Acuan Lembagakeuanganpusat Bakal Berisiko
Perlu diketahui, Lembagakeuanganpusat Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps Di September 2024 dan 125 bps Di tahun 2025 menjadi 4,75 persen hingga November 2025, yang merupakan level terendah Dari tahun 2022.
(akr)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Lembagakeuanganpusat Rate Kembali Ditahan Di Level 4,75%, Perry Warjiyo Ungkap Penyebabnya











