loading…
Laporan Indeks Sustainability Organisasi Kelompok Sipil (IKOMS) 2025 memperlihatkan bahwa OMS (Organisasi Kelompok Sipil) Indonesia masih bertahan, tapi kondisinya makin rentan. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
IKOMS adalah laporan yang mengukur Kebugaran Keadaan dan kekuatan organisasi Kelompok sipil (OMS) Ke Indonesia Melewati tujuh dimensi: lingkungan hukum, kapasitas organisasi, kemampuan keuangan, advokasi, penyediaan layanan, infrastruktur sektoral, dan citra publik.
Baca juga: Kelompok Sipil Keluhkan Akses Sebagai Bertemu Wakil Rakyat: Harus Melewati 5 Layered Security Check
Dikembangkan secara Dunia Sebelum 2014 dan digunakan Ke Disekitar 70 Bangsa, kajian ini bertujuan memberi gambaran objektif tentang Kebugaran OMS, Merangsang dialog strategis, serta memperkuat Kelompok sipil sebagai pilar Sistem Pemerintahan. Sebelum 2023, Ke Indonesia kajian ini dilaksanakan Dari konsorsium Konsil LSM Indonesia, Yayasan Penabulu, dan Yayasan Lokadaya.
IKOMS 2025 yang mengkaji Kebugaran OMS Indonesia Di 2025 dilaksanakan Di Januari sampai April 2026, dan diseminasinya dimulai Agustus 2026.
Laporan ini mencatat skor Sustainability OMS Indonesia Di tahun 2025, lsebesar 4,0 Untuk skala 1-7 atau turun 0,1 Nilai dibandingkan 2023. Secara keseluruhan, nilai 4,0 memosisikan Sustainability OMS Ke Indonesia berada Di fase berkembang (evolving).
Baca juga: Gabungan Parpol Sipil Tolak Pelibatan Babinsa Untuk Pengawasan Ppn, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Direktur Konsil LSM Indonesia, Anick HT menjelaskan bahwa skor 4,0 tidak dapat dibaca sebagai tanda bahwa situasi OMS Indonesia baik-baik saja. OMS masih bertahan dan terus hadir Bagi Kelompok, tetapi daya tahannya makin tertekan Dari persoalan yang bersifat struktural.
“Mayoritas OMS Indonesia berada Untuk Tren bertahan atau survival Tren,” katanya, Senin (28/9/2026).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Mayoritas OMS Indonesia Berada Untuk Tren Bertahan











