Peningkatan Tindak Kejahatan Influenza A belakangan ini masih didominasi Patogen flu musiman, seperti H1N1pdm09 dan H3N2. Mengingat flu burung H5N1 juga termasuk influenza tipe A, perlukah waspada jika memelihara ayam Ke Rumah?
Kementerian Kesejajaran (Kemenkes) meminta Untuk tetap waspada Pada risiko flu burung jika memelihara ayam atau unggas Ke Disekitar Rumah. Kewaspadaan tetap perlu meski hingga Pada ini belum ada temuan Tindak Kejahatan H5N1 Ke manusia.
Imbauan tersebut disampaikan Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Gangguan Kemenkes RI dr Andi Saguni, MA Di konferensi pers daring mengenai Perkembangan Situasi dan Penanganan Influenza Ke Indonesia, Senin (28/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengatakan Komunitas yang memelihara unggas secara domestik tetap perlu waspada, terutama mereka yang Memperoleh peternakan.
“Ya. Tetap waspada, terutama Untuk yang Memperoleh peternakan, ya, dan Komunitas yang memelihara domestik, ya, unggas tersebut,” ujar Andi.
Menurutnya, Komunitas Indonesia masih banyak yang memelihara unggas domestik seperti ayam Ke Disekitar Rumah. Sebab itu, kewaspadaan Pada kemungkinan flu burung tetap diperlukan.
“Kita tahu kan Komunitas kita masih banyak yang memelihara domestik unggas seperti ayam Ke Disekitar Rumah, tetap harus waspada,” katanya.
Ada Kemungkinan Peningkatan Tindak Kejahatan H5N1
Andi menjelaskan kewaspadaan tersebut diperlukan Sebab masih ada kemungkinan terjadinya peningkatan Tindak Kejahatan avian influenza atau flu burung yang disebabkan Patogen H5N1.
“Sebab kemungkinan, ya, peningkatan Tindak Kejahatan itu bisa terjadi Untuk Tindak Kejahatan Avian Flu H5N1 tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, pernyataan tersebut bukan berarti Pada ini telah terjadi peningkatan Tindak Kejahatan H5N1 Ke manusia. Kemenkes masih melakukan pemantauan Melewati surveilans Untuk mendeteksi kemungkinan Tindak Kejahatan.
Surveilans ‘Flu Burung’ H5N1
Andi mengatakan Kemenkes bersama jejaring surveilans terus melakukan pemantauan Pada sindrom H5N1. Pemantauan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai Di dinas Kesejajaran hingga fasilitas pelayanan Kesejajaran.
“Akan Tetapi, Ke Di itu, kita tetap melakukan surveilans, ya, dan surveilans termasuk juga surveilans Untuk sindrom H5N1 tersebut,” ujarnya.
Kemenkes bersama Dinas Kesejajaran Provinsi, Kabupaten/Kota, serta fasilitas pelayanan Kesejajaran seperti Fasilitas Medis dan puskesmas juga terlibat Di surveilans tersebut.
“Kementerian Kesejajaran bersama Di jejaring surveilans, termasuk Dinas Kesejajaran Provinsi, Kabupaten/Kota, dan faskes (Fasilitas Medis dan puskesmas) juga melakukan surveilans Untuk sindrom H5N1 tersebut,” pungkas Andi.
Untuk yang memelihara ayam maupun unggas lainnya, Kemenkes RI mengimbau Untuk waspada Pada risiko flu burung. Akan Tetapi, kewaspadaan tersebut perlu dipahami Di konteks pemantauan risiko H5N1, bukan berarti influenza yang Lagi beredar Pada ini merupakan flu burung.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video Epidemiolog Bilang Gak Perlu Sepanik Covid-19 soal Influenza A, Tapi…“
(amf/up)
Gaya Piara Ayam Petelur
5 Konten
Memelihara ayam petelur Ke Rumah rupanya Lagi Karena Itu Gaya belakangan ini. Satu sisi banyak manfaatnya Sebab tidak perlu lagi beli telur, sumber protein yang memang murah meriah. Akan Tetapi sisi lain, harus juga memperhitungkan Kesejajaran lingkungannya.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pelihara Ayam Ke Ditengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI











