Jakarta –
Keberadaan Femas Yani Arianto (22), pemuda Madiun yang kabur Bersama rombongan tur Ke Korea Selatan mulai menemukan titik terang. Ia sempat terdeteksi Ke masjid.
Femas yang statusnya kini overstay Ke Korea Selatan terdeteksi berada Ke kawasan Masjid Ansan atau Islam Korean Ansan Mosque, Korea Selatan.
Meski lokasinya sudah diketahui, petugas otoritas setempat belum bisa melakukan penangkapan Pada Femas lantaran terbentur aturan hukum Yang Terkait Bersama tempat ibadah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Berani Backpacker, Fariz Ragil Ramadhani mengungkapkan informasi keberadaan Femas Ke Masjid Ansan didapatkan Bersama laporan para WNI yang bermukim Ke Negeri Ginseng. Pihak agensi travel pun langsung meneruskan temuan ini Ke pihak berwenang.
Akan Tetapi, berdasarkan keterangan Bersama WNI yang berada Ke Korea Selatan kepada Dhani, Perpindahan Penduduk Internasional setempat tidak bisa serta-merta membekuk Femas Lantaran posisi sang buron yang berlindung Ke Di area suci keagamaan.
“Info Bersama WNI Ke sana, mereka sempat komunikasi Bersama Embassy. Katanya ‘info Bersama Immigration Office, kita nggak bisa gerebek yang bersangkutan Ke Di tempat ibadah Ke masjid tersebut. Intinya dia Terbaru bisa ditangkap Ke Di keluar Bersama masjid itu’,” kata pria yang akrab disapa Dhani itu Di dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Kabar terbaru menyebut Femas sudah bergeser meninggalkan area Di masjid. Walau demikian, berdasarkan pemetaan yang dilakukan Dhani Bersama WNI Ke sana, pemuda itu diyakini masih berkeliaran Ke Disekitar kawasan Ansan.
Proses pencarian Femas, warga Madiun yang kabur Bersama rombongan Di tur Ke Korea Selatan terus dilakukan pihak agensi travel Berani Backpacker. Pihak travel Justru sampai Melakukan sayembara berhadiah paket liburan gratis Ke Singapura dan Malaysia Bagi WNI Ke Negeri Ginseng yang berhasil memulangkan Femas.
Langkah ekstrem tersebut diambil lantaran keputusan Femas dinilai sangat egois dan menimbulkan efek domino yang merugikan banyak orang, mulai Bersama rombongan tur, Kelompok Indonesia Secara Keseluruhan, hingga sang ibu Ke kampung halaman.
Pihak travel mengingatkan bahwa visa bukan sekadar stiker, melainkan sebuah bentuk kepercayaan diplomatik yang dijaga Bersama ribuan WNI yang patuh. Aksi Penolakan pelarian Femas Berpotensi Bagi merusak reputasi paspor Indonesia dan mempersulit warga Bangsa lain yang ingin bepergian Ke luar negeri secara sah.
Marketing Manager Berani Backpacker, Wiky menegaskan bahwa dampak instan langsung dirasakan Bersama seluruh peserta dan pemandu yang berada Di satu rombongan yang sama Bersama Femas.
“Lantaran ini merugikannya enggak hanya Ke kita, tapi merugikan banyak orang. Visa orang-orang lain satu grup itu pasti terkendala. Bersama Sebab Itu tour leader dan seluruh peserta yang ada Ke grup kita ketika mengajukan visa lagi Bagi Ke Korea bisa Bersama Sebab Itu tidak Ke-approve Lantaran ada Ke rombongan yang sama Bersama Femas yang kabur,” pungkas Wiky, Minggu (19/7/2026).
Artikel ini menjadi artikel terpopuler Selasa (20/7/2026). Baca juga artikel populer lainnya Ke bawah ini:
Saksikan Live DetikPagi :
(ddn/ddn)
Regu detikTravel
Jurnalis detikcom. Regu detikTravel berbagi inspirasi perjalanan, panduan destinasi, dan Pengalaman Hidup wisata yang dikemas informatif serta autentik.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pemuda Madiun yang Kabur Bersama Tur Ke Korea Sempat Terdeteksi Ke Masjid











