Jakarta –
Ke Di eskalasi konflik yang kian memanas, 29 situs Warisan Dunia milik Iran kini berada Di bayang-bayang kehancuran. Ke sana tersimpan 27 Ke antaranya adalah situs arkeologi dan dua berupa cagar alam.
Situs arkeologi Iran pertama yang terdaftar Ke UNESCO adalah Persepolis dan Chogha Zanbil, yang terdaftar Di 1979. Merujuk situs UNESCO, Persepolis merupakan pusat seremonial Kekaisaran Akhemeniyah yang dibangun Di abad Ke-6 SM Dari Darius I, terkenal Bersama reruntuhan istana megah dan relief batu yang mencerminkan kejayaan Persia kuno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil Itu, Chogha Zanbil adalah kompleks keagamaan peninggalan peradaban Elam Bersama abad Ke-13 SM yang menonjol berkat ziggurat besarnya, menjadikannya salah satu struktur kuno paling terawat Ke luar Area Mesopotamia.
Situs terbaru, terdaftar Di Juli 2025 adalah Situs Prasejarah Lembah Khorramabad. Situs ini merupakan kawasan arkeologi prasejarah yang mencakup sejumlah gua dan tempat tinggal manusia purba. Ke sana tersimpan bukti kehidupan manusia Dari puluhan ribu tahun lalu.
Ada pula Hegmataneh yang terdaftar Di Juli 2024 dan Karavanserai Persia yang terdaftar Di September 2023, serta Lanskap Kekayaan Budaya Dunia Hawraman/Uramanat yang terdaftar Di Juni 2021 .
Serangan AS dan Israel Di Iran telah merusak setidaknya empat situs Kekayaan Budaya Dunia dan sejarah, termasuk Istana Golestan yang mewah Bersama era Qajar Ke Teheran dan Istana Chehel Sotoun abad Ke-17. Ke Di Itu, sebuah masjid kuno Masjed-e Jām Ke Isfahan, yang merupakan masjid tertua Ke Negeri itu.
Kerusakan juga terverifikasi Di bangunan-bangunan Ke Di Lembah Khorramabad, yang mencakup lima gua prasejarah dan satu tempat berlindung Ke bebatuan yang Menyediakan bukti hunian dan Kegiatan manusia Dari 63.000 SM.
Kebugaran itu menimbulkan kekhawatiran tentang dampak Pertempuran yang meluas Di situs-situs arkeologi yang dilindungi dan penting Untuk identitas Iran serta sejarah dunia.
Kelajuan dan luasnya kerusakan telah sangat mengkhawatirkan Iran, Supaya mereka mengirimkan permintaan kepada Organisasi Belajar, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau UNESCO Untuk menambahkan lebih banyak situs arkeologi Ke daftar perlindungan yang diperluas.
UNESCO Berkata bahwa mereka telah Menyediakan koordinat geografis situs warisan Kekayaan Budaya Dunia kepada semua pihak yang terlibat Di konflik tersebut Sebelumnya Itu, agar mereka dapat Memutuskan semua tindakan Upaya Mencegah yang memungkinkan Untuk menghindari kerusakan.
***
Penulis bekerja Ke Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pertempuran Mengintai 29 Warisan Dunia Iran











