Jakarta –
Toko roti legendaris yang terkenal elite ini terancam bangkrut dan tutup permanen. Alasannya Lantaran kini banyak Gen-Z yang lebih suka Hidangan viral.
Toko roti legendaris Hingga Paris, Poilâne, yang kerap dijuluki sebagai ‘Louis Vuitton’ versi bakery Lantaran Mutu dan branding mewahnya, kini berada Hingga ambang penutupan Sesudah Berjuang Di tekanan Perbankan serius.
Dilansir Di DailyMailUK (18/02/2026), toko roti ini pertama kali didirikan Di 1932. Poilâne Lalu Memiliki lima gerai bakery Hingga Paris dan satu Hingga London, serta mengekspor roti sourdough yang Dari Sebab Itu ciri khasnya Hingga berbagai Bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roti buatan Poilâne cukup mudah dikenali lewat cap huruf ‘P’ Hingga Pada atasnya. Pelanggannya tak hanya orang biasa saja, tapi juga Seniman ternama sampai pejabat.
Tetapi, Di 19 Januari 2026, Lembaga Proses Hukum Niaga Paris menempatkan perusahaan keluarga tersebut Di status Perawatan yudisial Sesudah mencatat kerugian lebih Di 2 juta euro atau setara Rp 40 miliar sepanjang tahun 2024.
|
Toko roti legendaris Hingga Paris, Poilâne, yang kerap dijuluki sebagai ‘Louis Vuitton’ versi bakery Lantaran Mutu dan branding mewahnya Foto: Alamy Stock Photo/
|
Meski seluruh gerai bakery masih beroperasi, tekanan ekonomi disebut Lebih berat Sebelum Wabah Dunia Covid-19 Supaya minat pembeli terus menurun.
Direktur Poilâne, Apollonia Poilâne, Berkata bahwa keputusan mengajukan status tersebut merupakan langkah strategis Sebagai mempertahankan toko roti milik keluarganya.
“Itu adalah keputusan saya Sebagai masuk Hingga proses Perawatan. Kami Di menata ulang seluruh dasar Usaha agar Poilâne dapat bangkit kembali. Hanya sedikit toko roti seperti kami yang dikenal Hingga seluruh dunia,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa meski Di tekanan Perbankan, tapi operasional bakery masi berjalan normal.
“Kegiatan kami berjalan seperti biasa. Semua pekerjaan tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan proses hukum ini tidak memengaruhi Karya sehari-hari Hingga toko roti maupun organisasi Regu,” sambung Apollonia.
Toko roti legendaris Hingga Paris, Poilâne, yang kerap dijuluki sebagai ‘Louis Vuitton’ versi bakery Lantaran Mutu dan branding mewahnya Foto: Alamy Stock Photo/ |
Selain dampak Wabah Dunia Covid-19, Fluktuasi Harga tepung dan biaya tenaga kerja turut memperburuk Situasi. Hingga sisi lain, perubahan selera konsumen, terutama turis yang kini kebanyakan Generasi Z (kelahiran 1997-2012), disebut ikut memengaruhi Pelemahan Pasar roti Hingga Poilâne.
Jika Sebelumnya Itu turis yang liburan Hingga Paris kerap Melakukan Kunjungan Hingga ikon Masakan legendaris dan tempat makan atau bakery klasik seperti Poilâne, kini banyak turis Gen Z yang beralih Hingga bakery modern yang Ditengah viral Hingga media sosial.
Tren ‘food porn’ yang memicu banyak orang mementingkan nilai estetika tampilan Hidangan Sebagai diunggah Hingga media sosial, membuat gerai bakery Hingga Prancis yang lebih modern seperti The French Bastards, Maison Louvard, hingga Cédric Grolet Dari Sebab Itu pilihan utama para Gen Z.
(sob/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sedih! Toko Roti 94 Tahun Ini Terancam Bangkrut Lantaran Selera Gen Z Berubah












