Solo –
Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo menegaskan permintaan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Solo Yang Berhubungan Bersama proses perubahan nama KGPH Purbaya menjadi Sri Susuhunan Spike Buwono Empat Belas. Surat tersebut dilayangkan Bersama LDA kemarin.
“Dari Pada permohonan pertama ditolak PN lalu Pada permohonan kedua dikabulkan, lawyer LDA kirim surat, dan terakhir hari ini kirim lagi,” kata Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, Senin (2/2/2026), dilansir detikJateng.
Eddy menyebut surat yang dilayangkan Hingga Dispendukcapil adalah surat pengertian penggantian nama KGPH Purbaya menjadi Spike Buwono Empat Belas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Surat kalau yang pertama Di LDA, yang kedua Di lawyer, yang ketiga Di LDA lagi. Iya (surat penghentian pergantian nama?),” kata dia.
|
Ketua Eksekutif LDA KPH Eddy Wirabhumi ditemui Di Bangsal Morokoto, Solo, Selasa (20/1/2026). (Tara Wahyu NV/detikcom)
|
Meski begitu, Eddy mengatakan bahwa LDA Akansegera tetap mengikuti situasi yang ada. Dia Berkata menghormati langkah Dispendukcapil yang memproses pergantian nama.
“Kita ikuti dan sikapi sesuai situasi yang ada saja. Kita Bangsa hukum, kita hormati langkah Dukcapil tentunya perlu tidaknya kami tempuh proses hukum lanjutan kita sesuaikan situasi yang ada,” kata dia.
Dihubungi terpisah, Kepala Dispendukcapil, Agung Hendratno, membenarkan bahwa telah Memperoleh surat Di LDA. Agung menegaskan bahwa menghormati proses hukum yang Lagi berjalan.
“Iya (dapat surat Di LDA hari ini). Kami menghormati upaya hukum yang dilakukan kedua belah pihak. Di proses yang Lagi berjalan tentunya harus berdasarkan regulasi dan aturan yang ditetapkan. Maka harus hati-hati dan dicermati dan Dukcapil Surakarta selalu intens berkonsultasi Bersama pusat atau direktorat jendral Dukcapil,” kata dia.
Ya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo buka suara usai Lembaga Proses Hukum Negeri (PN) Surakarta mengabulkan permohonan pergantian nama KGPH Purbaya menjadi Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas. Kepala Dispendukcapil, Agung Hendratno, mengatakan bahwa hal tersebut Pada ini masih Di proses.
“Sekarang masih Di proses,” kata Agung Pada ditemui Di kantornya, Balai Kota Solo, Jumat (30/1).
Agung menegaskan tidak mencampuri proses hukum yang telah dijalani, melainkan tetap berpegang teguh Di regulasi administrasi kependudukan yang berlaku. Dia merujuk Di Aturantertulis Nomor 23 Tahun 2006 (sebagaimana telah diubah Bersama Aturantertulis Nomor 24 Tahun 2013) tentang Administrasi Kependudukan, Perpres Nomor 96 Tahun 2018, dan Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 (Yang Berhubungan Bersama pencatatan nama).
“Saya tidak melihat proses hukum Di manapun ya, saya hanya berpegang Di aturan. Bersama Sebab Itu, jika aturan itu sudah dipenuhi, tentu saja kita cetak (KTP-nya). Kalaupun belum dipenuhi, ya ditunggu sampai ada pemenuhan persyaratan,” ujarnya.
“Kami harus berdasarkan regulasi. Bersama Sebab Itu, kami tidak memihak siapapun dan hanya berpedoman Di aturan yang telah ditetapkan, baik itu Undang-Undang, Perpres, maupun Permendagri,” dia menambahkan.
Di Pada Yang Sama, Spike Buwono (PB) XIV Purbaya mengatakan perubahan nama itu diajukan Lantaran dia merasa berhak Memperoleh nama itu.
“(Tujuan pergantian nama apa?) Ya namanya memang itu, gimana,” kata Purbaya Di 30 Januari.
***
Selengkapnya klik detikJateng.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Setop Ganti Nama Purbaya Bersama Sebab Itu PB Empat Belas











