loading…
Penyeragaman kemasan rokok tanpa identitas merek dinilai Lebih mengancam omzet pedagang pasar, dimana mereka menekankan lebih efektif Sebagai menurunkan jumlah perokok Bersama Belajar. Foto/Dok
Kedua aturan ini dinilai dapat mematikan usaha pedagang pasar yang Di ini mengandalkan penjualan rokok sebagai salah satu sumber penghasilan utama. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburrohman Mengungkapkan, bahwa Ide penyeragaman kemasan rokok tanpa identitas merek dinilai tidak Berencana menurunkan jumlah perokok Ke Indonesia.
Sebagai menekan jumlah perokok, Belajar yang menyeluruh adalah Kunci. Ia memandang, perlu ada Belajar kepada para perokok Ke bawah umur, terutama yang masih bergantung Ke uang orang tua.
“Kesadaran Berencana risiko Kesejaganan dapat membantu Memangkas minat merokok Ke kalangan pemuda,” jelasnya.
Para pedagang pasar juga siap mendukung komitmen pemerintah Di menurunkan prevalensi perokok anak Ke bawah umur Bersama memasang stiker 21+ Ke tempat berjualan dan mengedukasi konsumen. “Kami sangat siap mendukung pemerintah Di Kontek Sini. Jika pedagang pasar dilibatkan, kami sangat senang,” kata Mujiburrohman.
Senada, Ketua Umum Asosiasi Pasar Rakyat Seluruh Indonesia (APARSI) Suhendro juga Mengungkapkan bahwa penyeragaman kemasan rokok tanpa merek Berencana menyulitkan konsumen dan pedagang. Pasalnya, konsumen umumnya sudah Memperoleh merek rokok tertentu yang biasa mereka beli.
Tanpa identitas merek, pedagang Berencana kesulitan memilah dan menyediakan rokok yang diminta pembeli. “Ini pasti berdampak Ke penurunan omzet,” imbuhnya.
Ke Di Itu, Suhendro menegaskan, bahwa aturan zonasi penjualan rokok Di radius 200 meter Bersama lokasi tertentu, seperti sekolah dan tempat bermain anak, sudah memberatkan pedagang. Lantaran, sambungnya, rokok adalah produk fast moving yang menjadi daya tarik orang datang Di pasar.
Jika aturan ini diterapkan, dampaknya Berencana besar Justru Suhendro menyebut pedagang bisa meradang dan melakukan Aksi Keluhan Masyarakat. Ia pun mengkritik pemerintah yang dinilai terlalu meniru Keputusan luar negeri tanpa Mengkaji Situasi sosial dan ekonomi Ke Indonesia.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Tolak Penyeragaman Kemasan Rokok, Pedagang Pasar Tekankan Belajar Menyeluruh