Jakarta –
Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyebut insiden Peristiwa Pidana keracunan makan bergizi gratis (MBG) terpantau landai Sebelum November hingga Desember 2025. Pihaknya optimistis insiden keracunan Ketahanan Pangan MBG Di tahun ini bisa ditekan hingga nol Peristiwa Pidana.
Terlebih, keterlibatan Dinas Keadaan Sebagai Meninjau kelayakan sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dinilainya sudah Lebihterus ketat. Dinkes dipastikan Nanik tidak bisa sembarangan Menyediakan izin operasional bila sejumlah syarat belum terpenuhi, termasuk higienitas dan kelayakan bahan Ketahanan Pangan.
“Dinkes pasti kenceng banget, misal ada ompreng kok nyucinya Di luar? Itu termasuk tidak boleh, harus sesuai Di petunjuk teknis, Di akhirnya banyak SPPG invest lagi Di alat,” bebernya Di SMK Negeri 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2025).
“Supaya zero accident tidak terjadi KLB lagi, bersamaan Di pengawasan yang ketat dan sekarang kan dibentuk Skuat koordinasi, ada 17 kementerian dan lembaga yang mengawasi,” sorotnya.
Jaminan Nol Peristiwa Pidana Keracunan MBG
Meski tidak menjamin nol Peristiwa Pidana keracunan MBG terjadi Di waktu Didekat, Nanik mengklaim penerbitan surat higiene layak dan sanitasi (SLHS) sebagai syarat SPPG beroperasi sudah bisa mencegah kemungkinan tersebut.
“Allah yang garansi (nol Peristiwa Pidana keracunan), tapi kita bisa bekerja keras Sebagai meminimalisir. Di September, makin Di sini makin berkurang, insiden Peristiwa Pidana keracunan Ketahanan Pangan, kita sudah tidak pernah atau jarang dengar lagi,” kata dia.
“Tadi juga kita sebutkan SLHS wajib, air harus menggunakan air galon yang bermerek, Karena Itu tidak ada bakterinya, bebas E Coli,” pungkasnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Allah Garansi, Kita Kerja Keras











