Jakarta – Mengenal Deep Brain Stimulation, Prosedur Bedah Saraf Sebagai Kendalikan Tanda Parkinson
Parkinson merupakan Penyakit neurodegeneratif kronis yang menyerang sistem saraf pusat dan berdampak langsung Di kemampuan motorik penderitanya. Seiring perjalanan penyakitnya, Tanda seperti tremor, kekakuan otot, dan gerakan melambat dapat Lebih mengganggu Karya sehari-hari.
Di sebagian pasien, Terapi Bersama Terapi-obatan tidak lagi Memberi respons optimal. Di Kebugaran tersebut, deep brain stimulation (DBS) menjadi salah satu prosedur yang dapat dipertimbangkan Sebagai membantu mengendalikan Tanda Penyakit Parkinson dan Memperbaiki Mutu hidup pasien.
Apa Itu Deep Brain Stimulation (DBS)?
Deep brain stimulation merupakan prosedur bedah saraf yang melibatkan pemasangan elektroda Hingga area tertentu otak Sebagai Memberi rangsangan listrik terkontrol. Stimulasi ini bertujuan mengatur kembali sinyal saraf yang terganggu akibat Penyakit Parkinson.
DBS bukan terapi yang menyembuhkan Parkinson, tetapi dapat membantu Mengurangi gangguan motorik dan menurunkan ketergantungan Pada Terapi-obatan Di pasien tertentu.
Praktisi Medis spesialis saraf Hingga Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Frandy Susatia, Sp.S, RVT, menjelaskan bahwa elektroda tipis ditanam Hingga otak dan dihubungkan Hingga Alat stimulasi menyerupai alat pacu jantung. Alat ini dipasang Hingga bawah kulit dada Dibagian atas dan bekerja secara terus-menerus mengirimkan impuls listrik sesuai pengaturan Praktisi Medis.
Bagaimana Cara Kerja DBS?
Gangguan motorik Di Parkinson terjadi akibat kematian sel saraf Hingga area substantia nigra, yang berperan Di produksi dan distribusi dopamin. Ketidakseimbangan ini menyebabkan sinyal gerak menjadi tidak terkontrol.
DBS bekerja Bersama menghambat Karya listrik Hingga otak yang menurunkan produksi dopamin. Bersama menekan sinyal abnormal tersebut, berbagai Tanda yang mengganggu Karya harian penderita Parkinson, seperti tremor, kekakuan, dan gerakan lambat dapat berkurang secara signifikan.
Kelebihan Deep Brain Stimulation
Di pasien yang memenuhi kriteria, DBS Memiliki sejumlah Kelebihan yang bermanfaat, Ditengah lain:
- Efek pengendalian Tanda yang relatif stabil dan jangka panjang
- Pengaturan stimulasi dapat disesuaikan secara individual
- Mengurangi kebutuhan Terapi Parkinson dan efek sampingnya
- Bersifat terapi simtomatik Sebagai meredakan gangguan motorik
- Memperbaiki Mutu hidup pasien
- Daya Bertahan baterai Alat mencapai 5-15 tahun
Siapa yang Dapat Menjalani DBS?
Kendati Memiliki berbagai Kelebihan, Praktisi Medis spesialis saraf Hingga Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Rocksy Fransisca V. Situmeang, Sp.N, F.Neurorestorasi, menyampaikan bahwa DBS tidak dapat dilakukan Di semua pasien Parkinson.
Kriteria pasien yang dapat dipertimbangkan Sebagai menjalani DBSi:
- Usia umumnya Hingga bawah 75 tahun
- Diagnosis Parkinson yang jelas dan masih responsif Pada Terapi
- Efek Terapi mulai berkurang atau menimbulkan efek Di berat
- Kebugaran fisik dan mental memungkinkan Sebagai menjalani operasi
Sebagai Alternatif, DBS tidak dianjurkan Di pasien Bersama demensia Lagi hingga berat, gangguan depresi berat, atau pasien yang sama sekali tidak lagi merespons Terapi Parkinson.
Tahapan Prosedur DBS
Sebelumnya menjalani DBS, pasien Berencana Lewat evaluasi menyeluruh yang mencakup wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, seperti MRI otak, serta penilaian respons Pada Terapi-obatan Parkinson. Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa prosedur DBS memang sesuai Bersama Kebugaran dan kebutuhan pasien.
Praktisi Medis spesialis bedah saraf Siloam International Hospitals, Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, menjelaskan bahwa prosedur DBS dilakukan Di dua tahap.
Tahap pertama adalah pemasangan elektroda Hingga otak Bersama bius lokal agar pasien tetap sadar. Di tahap ini, Praktisi Medis dapat Menilai ketepatan lokasi elektroda Lewat simulasi yang diberikan, sambil pasien diminta Sebagai Memberi umpan balik Yang Terkait Bersama perubahan Tanda yang dirasakan. Sesudah lokasi dan jumlah stimulasi yang optimal ditemukan, proses pemasangan Alat DBS secara permanen Berencana dilakukan.
Tahap kedua dilakukan Bersama bius umum Sebagai menanam Alat stimulasi permanen Hingga bawah kulit dada Dibagian atas. Elektroda Hingga otak Lalu dihubungkan Hingga Alat tersebut Lewat kabel halus yang dipasang Hingga bawah kulit.
Sesudah kedua tahap utama selesai, pasien Berencana menjalani pemantauan respons pasien Pada stimulasi yang diberikan. Di fase awal, kontrol dapat dilakukan setiap dua minggu sekali hingga diperoleh pengaturan yang paling nyaman dan efektif Bagi pasien. Sesudah Kebugaran stabil, interval kontrol dapat diperpanjang sesuai evaluasi Praktisi Medis.
Meski prosedur DBS telah terstandarisasi dan terbukti membantu mengendalikan Tanda Parkinson Di pasien tertentu, keputusan Sebagai menjalani tindakan ini tetap memerlukan pertimbangan yang matang. Setiap pasien Memiliki Kebugaran klinis, respons Pada Terapi, serta kesiapan fisik dan psikologis yang berbeda, Supaya manfaat dan hasil DBS dapat bervariasi Di tiap individu.
Memastikan Keputusan DBS Lewat Second Opinion
Deep brain stimulation merupakan tindakan bedah saraf yang kompleks dan berdampak jangka panjang. Lantaran itu, dapat dipahami jika sebagian pasien dan keluarga merasa membutuhkan informasi tambahan, Sebelumnya memutuskan Sebagai menjalani DBS. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah Bersama mencari second opinion.
Second opinion membantu pasien memperoleh pandangan medis tambahan mengenai:
- Ketepatan diagnosis dan indikasi DBS
- Alternatif terapi yang tersedia
- Manfaat dan risiko prosedur
- Kesiapan fisik dan psikologis pasien
Hingga Siloam International Hospitals, layanan second opinion dilakukan Bersama pendekatan komprehensif dan didukung Bersama empat Kelebihan utama:
- Praktisi Medis spesialis dan subspesialis berpengalaman
- Keahlian diagnostik dan bedah saraf terkini
- Kemampuan menangani prosedur kompleks, seperti DBS
- Lebih nyaman Lantaran dilakukan Hingga Di negeri, Didekat Bersama keluarga
Lewat Siloam Medical Concierge (SMC), pasien dimudahkan Di penjadwalan konsultasi Bersama Praktisi Medis spesialis, sekaligus dapat Berbicara secara komprehensif mengenai Ide terapi, termasuk kemungkinan menjalani DBS, Bersama proses yang lebih Tenteram, terkoordinasi, dan tanpa perlu Hingga luar negeri.
Sebagai informasi Bersama Detail mengenai layanan second opinion, Anda dapat Melakukan Kunjungan Hingga www.secondopinion.id atau menghubungi WhatsApp Siloam Medical Concierge Hingga 0813-1100-200.
Article reference: https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/mengenal-deep-brain-stimulation
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/second-opinion-adalah
(adv/adv)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mengenal Deep Brain Stimulation, Prosedur Sebagai Bantu Kendalikan Parkinson











