Solo –
Keraton Kulon Ke kompleks Keraton Solo yang tidak dan ditumbuhi ilalang itu ternyata Memiliki maka penting. Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, GRAy Wandansari (Gusti Moeng), membeberkan sejarahnya.
Kepuasan Keraton Kulon yang tidak terawat itu akhirnya dibersihkan Dari Skuat yang dipimpin Pelaksana Pelindungan, Pembaruan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Kekayaan Budaya Dunia Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan bersama LDA. Terungkap, bangunan yang didirikan Spike Buwono (PB) X Disekitar tahun 1932-1933 ini punya tujuan spiritual dan fungsional mendalam.
“Ini didirikan Dari Sinuhun PB X tahun 1933. Istilahnya Sebagai nyarati (syarat ritual) supaya Keraton ini tidak pindah-pindah Area lagi,” ujar Ketua LDA Keraton Solo, GRAy Wandansari (Gusti Moeng), Di menjelaskan sejarah bangunan tersebut Ke Keraton Kulon, Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gusti Moeng mengatakan Keraton Kulon tak terlepas berdasarkan sejarah perpindahan Keraton Solo Bersama Kotagede, Pleret, Kartasura, hingga Di Surakarta. Malahan, dulu sempat diiringi ramalan bahwa keraton hanya Akansegera bertahan Di 200 tahun.
“Sebagai mematahkan ramalan tersebut, PB X memutuskan membangun keraton Terbaru Ke sisi barat sebagai simbol kelanggengan,” kata dia.
Gusti Moeng menjelaskan bahwa bangunan utama Keraton Kulon ini dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal utama PB X Setelahnya selesai dibangun. Kawasan ini merupakan kompleks yang terintegrasi, mencakup taman, area penjagaan atau pejagen, hingga kantor administrasi.
“Dulu Ke sini ada kompleks semacam Departemen Keuangan, ada taman, dan jalan yang tembus sampai pintu utara SD Pamardi Putri,” ujar dia.
“Ke Di bangunan tersebut tersimpan memori pribadi keluarga kerajaan, termasuk kamar pribadi PB X, kamar Eyang Ratu Mas, dan kamar Eyang Ratu Bayun. PB X sendiri tercatat menempati bangunan ini Di kurang lebih enam tahun Sebelumnya wafat Ke 1939,” dia menambahkan.
Ke Didepan bangunan utama terdapat bunker perlindungan. Sayangnya, bunker tersebut kini tertutup Bersama semak-semak. Gusti Moeng mengatakan pintu bunker tersebut masih ada dan dulunya disiapkan Sebagai Berjuang Bersama situasi darurat.
“Memang Sebagai perlindungan Sinuhun. Dulu kan Sebagai Berjuang Bersama Konflik Bersenjata Dunia Kedua. Ya Mungkin Saja nanti bisa difungsikan lagi kalau ada Konflik Bersenjata Dunia Ketiga,” ujar dia.
Dia mengatakan bunker tersebut sempat terisi air hingga menyerupai kolam Lantaran keran yang terbuka Ke masa PB XIII, Malahan sempat digunakan Sebagai memelihara ikan. Tetapi, pihaknya berencana Sebagai mengeringkan dan memperbaiki kembali fasilitas tersebut.
“Dari Sebab Itu Ke Di itu ada kamar-kamar, terus ada kamar mandinya toh. Nah itu dulu sama Sinuhun 13 itu dibuka kerannya Supaya penuh Bersama air, terus dipakai Sebagai dikasih ikan gitu,” kata dia.
Meski sempat diperbaiki besar-besaran Ke tahun 1982, Kepuasan bangunan kini tampak tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar. Ia menyebut Kepuasan ini terjadi Dari adanya konflik internal yang membuat para kerabat harus keluar Bersama area tersebut Ke tahun 2017.
“(Tak terawat Dari kapan?) Tahun 2017 itu kita harus keluar, ya sudah tidak ada yang mengurusi lagi. Sekarang pohon-pohon lamtoro sudah tinggi, semak-semak tidak ada yang membersihkan,” kata dia.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Keraton Kulon Peninggalan PB X Tak Terawat Itu Ternyata Punya Makna Penting











