Jakarta, CNN Indonesia —
Honda Memperkenalkan kerugian operasional pertama Dari 1957 Setelahnya perombakan besar-besaran strategi kendaraan listriknya Di Amerika Serikat, Di Kamis (14/5).
Honda melaporkan kerugian Di 400 miliar yen (Di US$2,55 miliar/ Rp41 triliun) Sebagai tahun fiskal Maret 2026. Ini menjadi kerugian operasional pertama Honda Dari perusahaan melantai Di bursa Di 1957, menurut laporan Nikkei Asia.
Hasil tersebut menjadi penurunan tertajam dibanding laba operasional sebesar 1,2 triliun yen yang dibukukan Di tahun fiskal Sebelumnya Itu. Meski begitu, ini masih Untuk proyeksi Honda Di Maret lalu, yakni kerugian operasional Antara 270 miliar yen hingga 570 miliar yen Sebagai tahun fiskal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerugian ini terjadi Setelahnya Honda merevisi Ide elektrifikasi dan membatalkan tiga model Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik yakni Honda 0 SUV, Honda 0 Sedan, dan Acura RSX.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu diambil Lantaran permintaan Kendaraan Listrik (EV) Di Amerika Utara melemah Untuk Prakiraan.
Honda pun Mengantisipasi biaya dan kerugian Yang Berhubungan Bersama restrukturisasi tersebut dapat mencapai hingga 2,5 triliun yen Di dua tahun fiskal, Untuk April 2025 hingga Maret 2027.
Biaya itu mencakup beban penurunan nilai (impairment) yang Yang Berhubungan Bersama penghentian Langkah Pembuatan dan produksi EV, serta pembayaran kompensasi kepada para pemasok.
Meski diperkirakan merugi, Honda menargetkan bisa kembali mencatat laba operasional Di tahun fiskal yang berakhir Maret 2027.
Perusahaan berharap Perkembangan penjualan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua, terutama Di pasar Asia, dapat menjadi penopang kinerja. Perusahaan juga diperkirakan bakal memaparkan langkah Terapi Sebagai bisnisnya Di Amerika Utara dan China, serta Ide ekspansi Di India, melansir Just Auto.
Di sisi lain, nilai kerugian ini Berpotensi Sebagai menjadi salah satu yang terbesar yang pernah dialami produsen Produsen Kendaraan Jepang. Sebagai perbandingan, Toyota pernah mencatat kerugian operasional sebesar 461 miliar yen Di krisis Keuangan Dunia 2008-2009.
Bulan lalu, Honda juga mengonfirmasi Ide keluar Untuk pasar Kendaraan Pribadi penumpang Korea Selatan akhir tahun ini Setelahnya penjualan mereka Merasakan penurunan tajam. Tetapi Usaha sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua tetap berlanjut.
Sambil Itu, Usaha Kendaraan Pribadi Honda Di Tanah Air juga nampaknya tak Lagi berada Untuk Prestasi maksimal.
Penjualan terekam menyusut Untuk beberapa bulan terakhir. Justru Di April 2026, merek Jepang tersebut nyaris keluar Untuk daftar 10 besar penjualan Kendaraan Pribadi terlaris Untuk negeri.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Kendaraan Pribadi Honda Di dealer hanya 2.363 unit. Angka itu bikin Honda melorot Di urutan sembilan merek terlaris Untuk negeri, tepat Di atas Hino yang mencatat 1.752 unit Di posisi 10.
(ryh/mik)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Honda Laporkan Kerugian Dari 1957











