Jakarta, CNN Indonesia —
Pembantu Presiden Tim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeklaim kadar air biodiesel 50 persen (B50) lebih sedikit dibandingkan B40, berdasarkan hasil uji coba Di berbagai mesin dan kendaraan.
Klaim itu disampaikan menjelang Wacana mandatori B50 yang ditargetkan beredar mulai 1 Juli 2026, seiring target pemerintah menghentikan total Perdagangan Masuk Negeri BBM jenis solar Di periode yang sama.
“Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan Dari Skuat kami Di ESDM Dari dipimpin Dari Ibu Dirjen EBTKE Ibu Prof Eniya dan hasilnya sangat menggembirakan. Sampai Di hari ini kadar air daripada perbandingan B40 Di B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit,” kata Bahlil Di ditemui Di Jakarta, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut uji coba B50 telah dilakukan Di berbagai sektor, mulai Di transportasi darat, perkeretaapian, angkutan laut, hingga alat berat Di sektor pertambangan dan alat mesin Agrikultur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dan ini sudah dilakukan uji coba Di berbagai kendaraan baik itu alat berat, kapal, kereta api dan beberapa kendaraan yang lainnya. Tambang ya, ekskavator semuanya alat Agrikultur semuanya sudah dilakukan,” lanjut Bahlil.
Bahlil optimistis peluncuran B50 bisa terlaksana sesuai target 1 Juli 2026, Agar Indonesia bisa Memangkas atau Malahan menghentikan Perdagangan Masuk Negeri solar, khususnya jenis C48.
“Dari Sebab Itu Insya Allah kami sangat optimis Bagi implementasi launching daripada B50 itu Akansegera dilakukan nanti Di 2026 1 Juli. Dari Sebab Itu maka itu kita Akansegera Memangkas atau Malahan kita tidak lagi melakukan Perdagangan Masuk Negeri solar khususnya C48 ya,” ujar dia.
Spesifikasi lebih ketat
Sebelumnya Itu, Direktur Jenderal Energi Mutakhir, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyebut spesifikasi B50 telah disepakati seluruh pemangku kepentingan. Ia Berkata para produsen sudah sanggup memenuhi parameter Standar yang lebih ketat dibanding Langkah B40.
“Sudah, sudah, sudah kalau spek. Dari Sebab Itu Di alat berat terus dipastikan speknya sudah turun 20 PPM Bagi water content dan seterusnya monogliserida dan lain-lain itu lho. Itu sudah mereka sanggup Di spek tersebut. Dari Sebab Itu sudah oke,” jelas Eniya Rabu (17/6).
Pemerintah Di ini merampungkan dua Keputusan Pembantu Presiden Tim Menteri (Kepmen) sebagai landasan Keputusan B50. Satu Kepmen mengatur mandatori penggunaan B50 secara nasional, Sambil Itu Kepmen lainnya mengatur rincian alokasi volume biodiesel Bagi semester kedua tahun ini.
“Mandatorinya kan Di Kepmen. Kepmen mandatori sudah Pak Pembantu Presiden Tim Menteri tinggal teken. Terus lanjut saya Lagi bahas Di Migas (alokasi). Kepmen kedua, kan harus revisi Di Kepmen yang tahun ini,” kata Eniya.
Pemerintah juga menghitung kebutuhan volume biodiesel Di Merencanakan proyeksi kenaikan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Mutakhir (Nataru), sekaligus memastikan kesiapan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) agar distribusi tetap stabil Di mandatori B50 dimulai.
“Volume. Sebab kan Prakiraan Nataru, Prakiraan ini kan dihitung semua. Terus kesiapan volume Di FAME-nya juga. Kalau B50 tinggal go saja,” papar Eniya.
(fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: ESDM Klaim Kadar Air Biodiesel B50 Lebih Sedikit Di B40











