loading…
Sebagai Dibagian Di mitigasi ancaman siber Di sektor Keuangan, khususnya pasar bursa atau efek, ADIGSI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Di Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI). Foto/Dok
Berdasarkan laporan, proyeksi kerugian Dunia akibat serangan siber mencapai Di USD10,5 triliun per tahun Di tahun 2025. “Ini peningkatan yang mengejutkan Di USD3 triliun Di tahun 2015,” terang Firlie Pada berbicara Di Capital Market Cyber Resilience Forum, Di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Firlie mengungkapkan, sebagian besar kerugian ini berasal Di ransomware dan Pelanggar data, Di sektor jasa keuangan, Perawatan Medis Kesejajaran, dan Pabrik menjadi yang paling terdampak. Dampaknya, selain kerugian Keuangan, sektor-sektor ini juga Berjuang Di pengeluaran Penyembuhan sistem dan pertanggungjawaban hukum.
Baca Juga: ADIGSI Bersama Kedubes Inggris Perkuat Perlindungan Siber
“Tentu itu belum termasuk juga kerusakan reputasi Di sebuah brand yang tentu berkaitan Di perlindungan data nasabah atau konsumen,” urainya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Lindungi Bursa Saham Di Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI











