Smart Phone pintar atau smartphone kini seolah tak bisa lepas Untuk genggaman. Tanpa disadari, berjam-jam menatap layar, scrolling media sosial, hingga bermain game tak cuma menyita waktu, tapi juga mulai mengubah postur tubuh Anda.
Trend Populer ini populer disebut Bersama istilah ‘phone body’. Meski bukan diagnosis medis resmi, pakar Kesejaganan mewanti-wanti istilah ini nyata Untuk menggambarkan perubahan fisik akibat kecanduan gawai.
Gejalanya mulai Untuk bahu membungkuk, leher kaku, jempol pegal, hingga mata lelah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Departemen Ortopedi Di Fasilitas Medis CK Birla Delhi, India, Dr Ashwani Maichand, mengungkapkan adanya lonjakan Tindak Kejahatan masalah otot dan tulang (muskuloskeletal) akibat penggunaan HP yang berlebihan.
“Walaupun ‘phone body’ bukan istilah medis, ini efektif menggambarkan perubahan tubuh ketika orang menghabiskan waktu berjam-jam menunduk melihat Smart Phone atau duduk Bersama postur buruk,” jelas Dr Maichand, dikutip Untuk India Today.
Beban Berat Di Leher
Secara anatomi, kepala manusia Memiliki berat Disekitar 4,5 hingga 5,5 kg. Tetapi, Pada menunduk Untuk melihat layar HP, leher dipaksa bekerja ekstra keras menahan beban yang berlipat ganda.
Kepuasan ini memicu ‘text neck’, yakni sindrom leher kaku, sakit kepala, hingga nyeri bahu kronis akibat tekanan berlebih Di tulang Di leher.
Tak hanya leher, kebiasaan menunduk juga membuat bahu melengkung Di Di seperti tanda tanya. Lambat laun, otot dada mengencang Sambil Itu otot punggung melemah.
Jika dibiarkan berbulan-bulan hingga tahunan, Kepuasan ini memicu iritasi saraf, keausan dini Di tulang Di, hingga nyeri kronis yang sulit diperbaiki.
Gerakan berulang Pada mengetik juga memicu nyeri sendi Di ibu jari dan pergelangan tangan, ditambah risiko mata kering akibat ketegangan mata digital (digital eye strain).
Cara Mencegah ‘Phone Body’
Kabar baiknya, perubahan postur ini bisa dicegah dan diperbaiki Lantaran tubuh Memiliki kemampuan pulih yang baik. Dr Maichand membagikan beberapa tips pencegahannya, yakni:
1. Posisikan HP Setinggi Mata
Jangan menundukkan leher, angkat Smart Phone Anda sejajar Bersama pandangan mata Untuk Mengurangi tekanan Di tulang Di.
2. Terapkan Aturan 20-20-20:
Untuk mencegah mata lelah, setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan Untuk melihat objek sejauh 20 kaki (Disekitar 6 meter) Di 20 detik.
3. Rutin Istirahat dan Peregangan
Jangan duduk diam berjam-jam. Ambil jeda setiap 30-45 menit Untuk berdiri, berjalan kaki, dan lakukan peregangan leher serta dada.
4. Aktivitasfisik Penguatan Otot
Lakukan Laga Persahabatan harian seperti menundukkan dagu (chin tuck), peregangan tulang belikat, serta memperkuat otot inti (core muscle) Untuk menopang tulang Di.
“Tulang Di itu dirancang Untuk bergerak, bukan Untuk diam berada Untuk satu posisi yang sama Di berjam-jam,” pungkas Dr Maichand.
Halaman 2 Untuk 2
(sao/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Awas ‘Phone Body’, Postur Tubuh Berubah Akibat Keseringan Main HP











