Bisnis  

Soal Pasokan 30 Juta Barel Migas Di UEA, Legislator Ingatkan Jangan Ada Udang Ke Balik Batu

loading…

Anggota Komisi VI Wakil Rakyat RI Rivqy Abdul Halim mempertanyakan, Wacana Uni Emirat Arab (UEA) menyalurkan Dukungan 30 juta barel Migas mentah kepada Indonesia. Foto/Dok

JAKARTA – Anggota Komisi VI Wakil Rakyat RI Rivqy Abdul Halim Mendukung Wacana Uni Emirat Arab (UEA) menyalurkan Dukungan 30 juta barel Migas mentah gratis kepada Indonesia. Akan Tetapi, ia mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru Memperoleh Dukungan tersebut tanpa memastikan kejelasan skema, persyaratan, serta kepentingan yang menyertainya.

Menurutnya Dukungan energi Ke Di dinamika Politik Global dan ketidakpastian harga Migas dunia tentu menjadi Potensi Untuk Indonesia Sebagai memperkuat ketahanan energi nasional. Meski demikian, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kerja sama internasional tetap berlandaskan kepentingan nasional dan tidak menimbulkan konsekuensi yang merugikan Ke Sesudah Itu hari.

“Dukungan ini patut kita sambut positif. Akan Tetapi pemerintah, khususnya SKK Migas dan kementerian Yang Berhubungan Di, harus cermat. Kita perlu memastikan apa tujuan, mekanisme, dan konsekuensi Di Dukungan tersebut. Jangan sampai sesuatu yang terlihat gratis justru menyimpan kewajiban atau kepentingan yang belum kita perhitungkan,” ujar Rivqy Ke Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga: Cerita Bahlil Nego Beli Migas Sampai Afrika: Untung Warna Kulit Saya Sama

Ia menegaskan, prinsip kehati-hatian bukan berarti menolak Dukungan, melainkan memastikan setiap manfaat yang ditawarkan benar-benar nyata dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah perlu memeriksa aspek legalitas, Standar Migas, skema pengiriman, kapasitas pengolahan Ke Di negeri, hingga transparansi pemanfaatannya.

“Yang harus kita pastikan bukan hanya minyaknya gratis, tetapi juga bagaimana Migas itu bisa masuk, diolah, dan memberi nilai tambah Untuk Indonesia. Semua harus jelas Sebelum awal, transparan, dan tidak Mengurangi kedaulatan kita Di menentukan Keputusan energi,” katanya.

Baca Juga: Mengapa UEA Bayar Firma Informasi Swiss Sebagai Identifikasi Para Pembangkang?

Rivqy juga meminta pemerintah menghitung secara terbuka dampak Dukungan tersebut Di kebutuhan Pembelian Barang Di Luar Negeri Migas, biaya pengadaan energi, beban Bantuan Fluktuasi Harga dan kompensasi energi, serta Kemakmuran keuangan Bangsa. Di Cara Itu, manfaat ekonomi yang diperoleh dapat diukur secara konkret, bukan sekadar menjadi kabar baik Ke atas Kertas.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Soal Pasokan 30 Juta Barel Migas Di UEA, Legislator Ingatkan Jangan Ada Udang Ke Balik Batu

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects