Waspadai Gemuk dan Kurang Gerak, Kombo Pemicu Masalah Metabolik

Jakarta –

Perubahan Cara Hidup modern Ke perkotaan didominasi Dari minimnya Olah Raga atau yang dikenal sebagai sedentary lifestyle.

Rutinitas harian yang didominasi Dari posisi duduk Di waktu lama, mulai Bersama duduk Ke Di kendaraan Pada terjebak macet hingga bekerja berjam-jam Ke Didepan layar Mesin, telah menjadi pemandangan lumrah Untuk para pekerja kantoran.

Ke balik kenyamanan era digital dan mobilitas yang serba praktis ini, tersimpan ancaman tersembunyi Untuk Kesejajaran. Tulang Dibelakang dan otot penopang tubuh menanggung beban berat akibat posisi statis yang dipertahankan secara terus menerus tiap hari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Berpengaruh Di Kesejajaran Tulang Jangka Panjang

Olah Raga yang minim Di jangka panjang terbukti Menyediakan dampak buruk yang masif Pada struktur anatomi tubuh manusia.

Beban statis Di ruas-ruas tulang Dibelakang, dikombinasikan Bersama tingginya prevalensi obesitas Ke Indonesia, menciptakan kombo efek Untuk Kesejajaran metabolik dan struktural tubuh.

Ahli Kemakmuran spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Dohar Apul Lumban Tobing, SpOT. K-Spine Bersama Siloam Hospital Mampang, menegaskan, pola hidup yang kurang bergerak ini tidak boleh Dikatakan sepele Lantaran Berpotensi Sebagai memicu berbagai gangguan Kesejajaran kronis Di masa mendatang.

“Istilahnya sedentary lifestyle. Dari Sebab Itu, duduk Ke Kendaraan Pribadi, jalan sedikit, masuk kantor, duduk, Sesudah Itu nanti pulang, Ke Kendaraan Pribadi duduk, pulang Ke Tempattinggal duduk lagi, itu memang gak sehat. Ya, terutama Di Kesejajaran masa tulangnya,” ujar dr Dohar Pada ditemui Di kegiatan Osteoporosis Day Ke Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Ancaman Ganda: Risiko Obesitas dan Komplikasi Metabolik

Dampak Bersama sedentary lifestyle tidak berhenti Di kelemahan otot dan sendi semata. Kurangnya pembakaran kalori yang diiringi pola makan tidak sehat sering kali berujung Di akumulasi lemak berlebih atau obesitas.

Indonesia sendiri tercatat Memperoleh tantangan besar Yang Berhubungan Bersama angka obesitas yang cukup tinggi Ke kawasan regional.

Menurut dr Dohar, jika Situasi ini dibiarkan tanpa adanya koreksi Cara Hidup, akumulasi masalah struktural Di tulang Dibelakang Berencana beririsan Bersama risiko Gangguan metabolik berat lainnya.

“Kalau obesitasnya dipertahankan terus, nanti ujung-ujungnya Ke usia-usia 60 segala macam Gangguan datang, diabet, masalah jantung, risiko-risiko serangan jantung, risiko stroke, dan lain sebagainya,” jelasnya.

“Kita Ke Indonesia ini termasuk Kelompok yang obesitasnya tinggi. Itu sangat dikenal dibanding Bangsa-Bangsa Asia,” lanjutnya.

Memangkas Sedentary Lifestyle Ke Di Gempuran Mobilitas Modern

Walaupun sebagian besar Kelompok perkotaan masih terjebak Di rutinitas kerja yang menuntut posisi duduk lama, kesadaran Sebagai mulai bergerak perlahan mulai tumbuh.

Kehadiran berbagai fasilitas Kondisifisik publik Ke ruang terbuka hijau maupun pusat pergelangan perkotaan menjadi secercah harapan agar Kelompok tidak terus-menerus terkurung Di Cara Hidup pasif.

Langkah preventif harus segera diambil Sebelumnya dampak buruk Bersama kurangnya Olah Raga berubah menjadi masalah degeneratif yang menggerogoti Mutu hidup Ke hari tua.

“Nah, Sebagai era sekarang saya sangat gembira, Lantaran kan padel Ke mana-mana ya. Ya, Lebih banyak itu makin lebih baik juga. Artinya, Kelompok sudah mulai mengerti, ya,” ucapnya.

“Supaya, Cara Hidup itu nggak terlalu duduk-duduk aja,” tambahnya.

Halaman 2 Bersama 2

Simak Video “Health Corner: Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Abal-Abal“
(aur/up)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Waspadai Gemuk dan Kurang Gerak, Kombo Pemicu Masalah Metabolik

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects