Daftar 7 Organ yang Bisa Rusak Lantaran Penyakit Gula, Termasuk Ginjal-Jantung

Jakarta –

Diabetes dikenal sebagai Penyakit yang ditandai Di tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Tetapi, dampaknya ternyata tidak hanya terbatas Ke pankreas.

Jika kadar gula tidak terkontrol Pada bertahun-tahun, berbagai organ tubuh juga bisa Merasakan kerusakan, mulai Di kaki, mata, ginjal, hingga otak. Lantas, organ tubuh mana saja yang berisiko terdampak?

1. Kaki: Kehilangan Kemampuan Sebagai Merasakan Nyeri

Neuropati perifer berkembang Pada gula darah tinggi yang berkepanjangan merusak saraf. Dikutip Di laman Times of India, awalnya, seseorang Mungkin Saja Merasakan rasa terbakar, kesemutan, atau seperti tertusuk. Seiring waktu, beberapa orang juga kehilangan sensasi Ke jari dan telapak kaki mereka.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang yang Merasakan Situasi ini bisa berjalan meski kakinya terluka atau menginjak benda tajam tanpa merasa sakit.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) Mengantisipasi bahwa Di sepertiga hingga setengah Di penderita diabetes Merasakan neuropati perifer.



Diabetes juga bisa merusak saraf otonom yang mengatur fungsi tubuh, seperti pencernaan, detak jantung, hingga Karya kandung kemih.

2. Mata: Perubahan Penglihatan

Orang yang mengidap diabetes juga bisa Merasakan retinopati diabetik. Situasi ini memengaruhi retina, jaringan peka cahaya Ke Dibagian Dibelakang mata.

Pembuluh darah kecil Ke retina sangat rentan Di kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan. Pembuluh darah tersebut bisa bocor, tersumbat, atau memicu Kemajuan pembuluh darah Mutakhir yang abnormal.

Sebuah tinjauan Untuk jurnal *Ophthalmology* Ke 2021 Mengantisipasi, 22,7 persen penderita diabetes Merasakan retinopati Untuk berbagai tingkat keparahan. Para peneliti Mengantisipasi jumlah orang dewasa yang mengidap Penyakit ini mencapai 103 juta Ke 2020. Mereka juga memproyeksikan bahwa jumlah tersebut bisa mencapai 160,5 juta Ke 2045.

3. Ginjal: Ada Masalah Sebelumnya Timbul Rasa Sakit

Ginjal menyaring limbah Di darah Lewat jutaan struktur kecil yang disebut nefron. Struktur tersebut mengandung pembuluh darah halus, dan kadar gula darah tinggi yang terus-menerus bisa merusaknya.

Salah satu tanda awal masalah ginjal adalah munculnya albumin, yaitu protein Untuk urine. Biasanya, ginjal yang sehat Akansegera mencegah sejumlah besar protein ini keluar bersama urine.

Seiring waktu, kerusakan tersebut bisa Mengurangi kemampuan ginjal Sebagai menyaring limbah dan cairan berlebih. Situasi ini dikenal sebagai Penyakit ginjal diabetik, yang bisa berkembang menjadi Penyakit ginjal kronis.

CDC Mengantisipasi, Di satu Di tiga orang dewasa Di diabetes mengidap Penyakit ginjal kronis.

4. Jantung: Risiko Serangan Jantung

Diabetes tak hanya memengaruhi jumlah glukosa Untuk darah, tetapi juga pembuluh darah.

Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus, terutama jika disertai tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol abnormal, bisa menyebabkan kerusakan Ke arteri. Endapan lemak bisa menumpuk, mempersempit pembuluh darah, dan membatasi aliran darah. Jika arteri yang memasok darah Ke jantung atau otak tersumbat, Dampaknya bisa berupa serangan jantung atau stroke.

CDC mengungkapkan, orang dewasa Di diabetes Memperoleh kemungkinan Di dua kali lebih besar Merasakan Penyakit jantung atau stroke dibandingkan orang dewasa tanpa diabetes.

Diabetes juga bisa merusak saraf yang membantu mengatur detak jantung dan tekanan darah. Situasi ini disebut neuropati otonom kardiovaskular. Beberapa orang Merasakan pusing Pada berdiri hingga detak jantung Pada istirahat yang luar biasa cepat.

5. Hati: Mengakumulasi Lemak Malahan Tanpa Alkohol

Pengidap diabetes tipe 2 sangat rentan Di Penyakit hati steatosis Yang Terkait Di disfungsi metabolik (MASLD).

Resistensi insulin memainkan peran utama. Ketika tubuh tidak merespons insulin Di benar, cara tubuh memproses glukosa dan lemak berubah. Lemak berlebih bisa menumpuk Ke Untuk sel-sel hati, terkadang tanpa menimbulkan Tanda-Tanda yang terlihat.

Sebuah meta-analisis tahun 2024 yang diterbitkan Untuk *Clinical Gastroenterology and Hepatology* meneliti data Di lebih Di 2,2 juta pengidap diabetes tipe 2. Diperkirakan, sebanyak 65,33 persen Ke antaranya mengidap Penyakit hati berlemak.

6. Otak: Penurunan Kognitif

Diabetes dikaitkan Di risiko penurunan kognitif dan demensia yang lebih tinggi. Para peneliti percaya bahwa beberapa proses Mungkin Saja terlibat, termasuk kerusakan Ke pembuluh darah yang memasok darah Ke otak, peradangan, dan perubahan metabolisme yang Yang Terkait Di Di resistensi insulin.

Hubungan ini sangat relevan Pada diabetes tipe 2 dialami Di orang berusia paruh baya.

Komisi Lancet 2024 tentang demensia juga memasukkan diabetes sebagai salah satu faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi.

Meski demikian, bukan berarti setiap pengidap diabetes pasti Akansegera Merasakan gangguan ingatan atau demensia.

Temuan tersebut Menunjukkan pentingnya mengendalikan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol Sebagai menjaga Keadaan pembuluh darah, termasuk yang memasok darah Ke otak.

7. Lambung: Membutuhkan Waktu Lebih Lama Sebagai Mengosongkan Isinya

Pengidap diabetes yang sudah lama juga dapat Merasakan gangguan Ke sistem pencernaan. Salah satu Situasi yang Mungkin Saja terjadi adalah gastroparesis, yaitu gangguan ketika lambung membutuhkan waktu lebih lama Sebagai mengosongkan isinya Ke usus halus.

Seseorang dapat merasa kenyang Pada berjam-jam Sesudah makan. Keluhan lainnya meliputi mual, perut kembung, hingga muntah Minuman yang belum tercerna.

Untuk Situasi normal, otot lambung berkontraksi Sebagai Merangsang Minuman. Proses ini sebagian diatur Di saraf vagus. Tetapi, ketika diabetes merusak saraf tersebut, otot lambung tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya Supaya proses pengosongan Minuman menjadi lebih lambat.

NIDDK menyebut diabetes sebagai penyebab gastroparesis yang paling umum diketahui.

Situasi ini dapat membuat seseorang kesulitan makan Lantaran merasa kenyang Sesudah beberapa suapan atau Merasakan mual Untuk waktu lama Sesudah makan.

Gastroparesis juga dapat mempersulit pengelolaan diabetes. Pasalnya, pergerakan Minuman yang lebih lambat membuat waktu penyerapan glukosa menjadi kurang bisa diprediksi.

Meski demikian, tidak semua keluhan mual atau cepat kenyang Ke penderita diabetes disebabkan Di gastroparesis. Beberapa Terapi diabetes, termasuk Terapi berbasis GLP-1, juga dapat memperlambat pengosongan lambung.

Halaman 2 Di 2

(elk/kna)






Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Daftar 7 Organ yang Bisa Rusak Lantaran Penyakit Gula, Termasuk Ginjal-Jantung

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects