Bukan hanya ibadah wajib Bagi muslim, puasa juga dapat Menyediakan manfaat Kesejaganan fisik dan mental. Begini penjelasan Ahli Kebugaran.
Bulan Ramadan menjadi momen jutaan Muslim Di dunia berpuasa Bersama fajar hingga magrib. Selain ibadah, puasa juga memicu berbagai perubahan Menarik Perhatian Di Di tubuh.
Lantas, adakah manfaat medis Bersama puasa Ramadan? Bagaimana dampaknya dibandingkan intermittent fasting dan apa yang terjadi Setelahnya 12-16 jam tanpa asupan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Gangguan Di Di University of Carolina Riverside School of Medicine, AS, Dr. Sherif Hassan menjelaskan manfaat puasa Di dunia medis baik Bagi fisik maupun mental.
Dikutip Bersama Studi University of California (26/2) berikut penjelasan manfaat puasa secara medis:
1. Apa bedanya puasa Bersama Asupan Konsumsi intermittent fasting?
|
Puasa berbeda Bersama interminttent fasting. Foto: Getty Images/iStockphoto/clubfoto
|
Puasa Ramadan secara medis mirip Bersama ‘time-restricted eating’ Lantaran tubuh beralih Bersama glukosa Hingga lemak Setelahnya 12-16 jam. Proses ini membantu mengatur metabolisme dan penggunaan energi.
Perbedaan utama, puasa Ramadan melarang asupan cairan Di siang hari. Situasi ini dapat Memperbaiki risiko dehidrasi jika kebutuhan cairan tidak tercukupi Di sahur dan berbuka.
Di Di Itu, perubahan Standar Tidur Di Ramadan juga memengaruhi metabolisme tubuh. Waktu istirahat yang kurang optimal bisa berdampak Di Kesejaganan energi dan hormon.
2. Apa yang terjadi Di tubuh Di puasa 12-16 jam sehari?
Di berpuasa 12-16 jam, cadangan glikogen Di tubuh mulai menurun. Kadar insulin ikut turun, Supaya tubuh beralih memecah lemak sebagai sumber energi utama.
Proses ini memicu produksi keton Di jumlah ringan sebagai bahan bakar alternatif. Hormon Perkembangan juga Meresahkan, membantu menjaga massa otot dan fungsi metabolisme.
Seiring waktu, sensitivitas insulin dapat membaik Sambil Itu, membuat tubuh lebih efisien mengatur gula darah. Energi pun bergeser Bersama ketergantungan glukosa Ke pemanfaatan lemak.
3. Apakah mempengaruhi Kesejaganan metabolisme?
Ilustrasi buka puasa Ramadhan. Foto: ChatGPT |
Puasa diketahui dapat memberi dampak positif Di Kesejaganan metabolik. Perbaikan jangka pendek Di gula darah, sensitivitas insulin, trigliserida, dan HDL kerap diamati.
Tetapi, hasil ini sangat dipengaruhi Standar Konsumsi dan jumlah kalori Di waktu makan. Pola makan seimbang membantu manfaat puasa bekerja lebih optimal.
Jika kebiasaan makan lama kembali dilakukan, manfaat tersebut bisa berkurang. Lantaran itu, konsistensi pola makan sehat penting Bagi menjaga efek jangka panjang.
4. Manfaat puasa Bagi wanita dan pria
Manfaat puasa bisa berbeda Di pria dan wanita, terutama Lantaran faktor hormonal. Wanita cenderung lebih sensitif Di pembatasan kalori berkepanjangan.
Di Situasi tertentu, puasa agresif dapat memicu gangguan siklus menstruasi. Risiko ini Meresahkan bila tubuh kurang gizi atau berada Di tekanan tinggi.
Meski begitu, pria dan wanita sehat umumnya dapat menjalani puasa Ramadan Bersama baik. Respons tubuh tetap bervariasi, Supaya penting mengenali Situasi masing-masing.
5. Bermanfaat Bagi Kesejaganan mental
Puasa bagus Bagi Kesejaganan mental. Foto: Getty Images/iStockphoto/chanakon laorob |
Puasa dapat Memperbaiki kewaspadaan dan kejernihan mental Di sebagian orang. Situasi ini dipengaruhi produksi keton ringan dan peningkatan hormon katekolamin.
Tetapi, ada juga yang justru merasa lelah dan sulit fokus. Dehidrasi serta kurang tidur menjadi faktor utama penurunan konsentrasi.
Respons kognitif Di puasa sangat bervariasi Di tiap individu. Lantaran itu, penting menjaga asupan cairan dan Standar istirahat Di berpuasa.
Halaman 2 Bersama 3
Simak Video “Video: Jangan Lupa Makan Sayur Buah Di Sahur Bagi Konsisten Lapar!“
(raf/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Apa yang Terjadi Di Tubuh Di Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Ahli Kebugaran











