Jakarta –
Ancaman krisis Penduduk Dunia Ke China makin nyata, angka kelahiran diperkirakan menurun Didalam 9,54 juta Ke 2024 menjadi 7,3 juta Ke 2025. Meski China termasuk 17,2 persen Didalam Penduduk Dunia Dunia, jumlah kelahiran terus menyusut hingga setara Didalam Nigeria, hanya menyumbang kurang Didalam 6 persen Ke dunia.
Total fertility rate (TFR) atau angka kesuburan per wanita juga diperkirakan menjadi 0,9 Ke 2025, jauh Didalam angka ideal Ke 2,1.
Realitas demografi tersebut mengkhawatirkan, Supaya Perdana Pembantu Ri Tiongkok Li Qiang awal bulan ini Memperkenalkan Ide Keputusan Terbaru Untuk Memperbaiki angka kelahiran.
Jumlah pernikahan anjlok Didalam 13,47 juta pasangan Ke 2013 menjadi 6,11 juta Ke 2024, Walaupun salah satunya diyakini terjadi Lantaran pembatasan Ke masa COVID-19. Angka pernikahan secara keseluruhan turun Didalam 9,9 per 1.000 orang menjadi 4,3 Pada periode yang sama, dibandingkan Didalam 5,4 Ke Taiwan dan 6,1 Ke AS.
Apa Penyebabnya?
Faktor-faktor atau penyebab utamanya termasuk Penduduk Dunia usia subur China yang terus menurun, perubahan Cara Hidup, efek Didalam Keputusan satu anak yang akhirnya kini tidak berlaku lagi, serta pengangguran kaum muda yang tinggi.
Rasio wanita dan pria juga dinilai berperan. Menurut sensus China Ke 2020, 61 persen bayi lahir Didalam wanita berusia 20 hingga 30 tahun. Tetapi, jumlah wanita Di kelompok ini turun Didalam 111 juta Ke 2012 menjadi 73 juta Ke 2024, dan diperkirakan Berencana terus menurun hingga 37 juta Ke 2050. Malahan jika tingkat kesuburan Menimbulkan Kekhawatiran sedikit, kelahiran Berencana terus menurun Didalam cepat.
Sambil rasio jenis kelamin biologis yang umum Pada lahir adalah Di 102 dan 106 laki-laki per 100 perempuan, sensus China Ke 2000 Menunjukkan rasio jenis kelamin (Ke anak usia 0 hingga 4 tahun) sebesar 120 secara nasional, 133 Ke Provinsi Jiangxi, dan 197 Ke Kota Wuxue, Provinsi Hubei.
Lebih Pilih Karier-Harapan Tinggi Kandidat Menantu
Tetapi, terlepas Didalam asimetri yang mendalam ini, masih banyak perempuan yang tersisa, Lantaran banyak orang tua Didalam anak perempuan memprioritaskan Pembelajaran dan kemandirian ekonominya ketimbang pernikahan, dan menaruh harapan tinggi Ke Kandidat menantu laki-laki.
Proporsi perempuan yang belum menikah berusia 25 hingga 29 tahun Ke China melonjak Didalam 9 persen Ke 2000 menjadi 33 persen Ke 2020 dan 43 persen Ke 2023, Gaya ini terus Menimbulkan Kekhawatiran.
Ketika China menerapkan Keputusan satu anak Ke tahun 1980, Keputusan tersebut tidak hanya Memperbaiki hambatan Untuk menikah tetapi juga mempermudah perceraian, yang Lebihterus memperburuk krisis Penduduk Dunia. Angka perceraian melonjak Didalam 0,3 per 1.000 orang Ke 1980 menjadi 3,4 Ke 2019.
Masa reproduksi pria dan wanita Tiongkok sangat singkat. Seorang wanita biasanya Memperoleh 12 persen sel telur yang tersisa Ke usia 30 tahun, dan hanya 3 persen Ke usia 40 tahun.
Risiko keguguran Menimbulkan Kekhawatiran Didalam 10 persen Untuk wanita Ke bawah usia 30 tahun menjadi 20 persen Ke usia 35 tahun, Di 33 persen dan 40 persen Ke usia 40 tahun, dan 57 persen serta 80 persen Ke usia 45 tahun. Potensi Untuk mengandung anak Didalam down syndrome Menimbulkan Kekhawatiran seiring bertambahnya usia ibu, Menimbulkan Kekhawatiran Didalam satu 2.000 Ke usia 20 tahun menjadi satu Didalam 350 Ke usia 35 tahun, dan hingga satu Didalam 30 Ke usia 45 tahun.
Seiring Didalam penundaan usia pernikahan, minat Untuk membesarkan anak juga menurun.
Itulah sebabnya Disekitar dua pertiga bayi Ke seluruh dunia lahir Didalam wanita berusia 30 tahun Di bawah. Ke 2021, usia rata-rata ibu Pada melahirkan anak pertama adalah 27 tahun Ke Amerika Serikat, 27 tahun Ke Meksiko, dan hanya 21 tahun Ke India.
Sebagai perbandingan, usia rata-rata Pada melahirkan pertama Untuk perempuan China telah Menimbulkan Kekhawatiran Didalam 25 tahun Ke tahun 2000 menjadi 28 tahun Ke 2020, Didalam peningkatan yang Lebihterus cepat Di beberapa tahun terakhir. Ke Shanghai, angka tersebut Menimbulkan Kekhawatiran Didalam 30 tahun Ke 2019 menjadi 32 tahun Ke 2024.
Lebih buruk lagi, tingkat infertilitas secara keseluruhan Ke China juga Menimbulkan Kekhawatiran Didalam Di 1 persen dan 2 persen Ke 1970-an menjadi 18 persen Ke 2020. Lebihterus banyak orang menjadi tidak subur Setelahnya menikah atau Setelahnya Memperoleh anak pertama mereka.
(naf/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: ‘Biang Kerok’ Ke Balik Krisis Penduduk Dunia China Makin Nyata