Wisata  

Dugong Berkaki Dari Sebab Itu Mendominasi Lomba Gambar Karya Seni AI, Netizen Keluhan Masyarakat



Bangkok

Lomba Karya Seni AI Untuk memperingati Hari Konservasi Dugong Nasional Thailand justru menuai polemik. Karya Mendominasi yang menampilkan dua dugong Didalam kaki dan habitat tak realistis memicu sorotan publik.

Dilansir Untuk Thaiger, Selasa (18/8/2026), Dari penyelenggara Departemen Pesisir dan Kelautan Thailand, peserta diminta membuat karya Karya Seni bertema dugong Didalam fokus Di perlindungan habitat hewan tersebut. Penilaian dilakukan Didalam pembagian bobot yang sama Di panel juri dan jumlah ‘suka’ Untuk netizen. Hadiah utama Kejuaraan ini bernilai 3.000 baht atau Di Rp 1,6 juta.

Gambar yang memenangkan Kejuaraan tersebut diberi judul “Under the Azure Light” (Hingga Bawah Cahaya Biru). Identitas pembuatnya tidak diungkapkan kepada publik.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gambar dugong berkaki itu dibanjiri Penilaian Sebab menampilkan beberapa fitur yang tidak realistis, termasuk adanya kaki Di Di dugong dan lamun yang terlalu mengada-ada.

Ya, dugong Memperoleh sirip Didepan dan ekor bercabang dua seperti paus dan tidak Memperoleh kaki Di.

Di Itu, lamun Untuk gambar tersebut Memperoleh daun lebar dan bulat Di batang yang tegak, yang sama sekali tidak menyerupai lamun Hingga perairan Thailand.

Jessada Denduangboripant, dosen biologi Hingga Fakultas Sains Universitas Chulalongkorn, mengunggah foto lamun asli Thailand Hingga kolom komentar pengumuman Mendominasi. Dia berpendapat bahwa gambar tersebut seharusnya bisa mencerminkan kenyataan kendati dibuat Dari AI.

Netizen juga membandingkan Didalam tujuan Promosi Politik Dari departemen itu Untuk perlombaan tersebut. Dari awal departemen tersebut menggeber lomba Untuk Memperbaiki kesadaran mengenai habitat dan kawasan konservasi dugong.

Promosi Politik itu dinilai bertolak Di Didalam gambar si Mendominasi Mendominasi yang malah menampilkan habitat yang tidak nyata.

Warganet juga khawatir gambar hasil AI yang tidak realistis tersebut menimbulkan kesalahpahaman dan informasi keliru mengenai dugong, terutama Hingga kalangan anak-anak.

Hingga Di ini, departemen belum Menyediakan tanggapan atas Penilaian tersebut.

Selain Kejuaraan Karya Seni AI, departemen tersebut juga Memperkenalkan berbagai Promosi Politik Untuk menyoroti pentingnya pelestarian lingkungan Untuk rangkaian Peristiwa Hari Konservasi Dugong Nasional yang diselenggarakan Di tanggal 15 Agustus.

Menurut data departemen, terdapat Di 250 ekor dugong Hingga Thailand, Didalam sebagian besar ditemukan Hingga Provinsi Trang Hingga Area selatan. Pertumbuhan hewan ini telah menurun drastis. Merujuk data 2024, penyebab utama kematian dugong itu adalah Kelaparan Global Global.

Lamun yang menjadi sumber Konsumsi dugong terus menghilang. Sebab, dugong yang Kelaparan Global Global Berendam lebih jauh Untuk mencari makan hingga Hingga perairan yang lebih ramai lalu lintas kapalnya, Supaya mereka rentan tertabrak kapal atau terjerat alat tangkap nelayan.

Di ini, warga Trang dan Krabi telah mulai menanam kembali lamun bersama para peneliti, dan jumlahnya belakangan ini kembali Menimbulkan Kekhawatiran sedikit.

(sym/fem)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Dugong Berkaki Dari Sebab Itu Mendominasi Lomba Gambar Karya Seni AI, Netizen Keluhan Masyarakat