Kapal pesiar mewah MV Hondius yang sempat terombang-ambing Ke lepas pantai Tanjung Verde akibat wabah hantavirus akhirnya bertolak Ke Spanyol Ke Rabu (6/5/2026) waktu setempat.
Pejabat Tingginegara Keadaan Spanyol, Monica Garcia, Berkata bahwa kapal yang membawa hampir 150 orang tersebut diperkirakan Akansegera bersandar Ke Tenerife, Kepulauan Canary, Untuk tiga hari Ke Di. Kabar baiknya, penumpang yang masih berada Ke atas kapal dilaporkan tidak Menunjukkan Tanda Gangguan Mutakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Protokol Ketat Ke Daratan Spanyol
Setibanya Ke Tenerife, otoritas telah menyiapkan prosedur repatriasi Bagi warga Bangsa non-Spanyol yang dinyatakan sehat. Sambil Itu, 14 penumpang warga Bangsa Spanyol Akansegera menjalani karantina khusus.
“Warga Spanyol Akansegera dikarantina Ke Puskesmas militer Ke Madrid. Durasi karantina Akansegera bergantung Ke kapan mereka terakhir kali melakukan kontak Bersama Patogen, mengingat masa inkubasinya bisa mencapai 45 hari,” jelas Garcia Untuk konferensi pers Ke Madrid.
Hingga Pada ini, wabah tersebut telah merenggut tiga nyawa, pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga Bangsa Jerman. Secara total, WHO mengidentifikasi delapan orang diduga tertular, Bersama tiga Ke antaranya telah dikonfirmasi Melewati uji laboratorium, termasuk seorang warga Swiss yang kini dirawat Ke Zurich.
Direktur Manajemen Epidemi dan Wabah Internasional WHO, Maria Van Kerkhove, menekankan bahwa risiko hantavirus Bagi Komunitas luas tetap rendah, karakteristik penularannya berbeda Bersama COVID-19.
“Ketika kami menyebut ‘kontak Didekat’ Sebagai penularan antarmanusia, yang kami maksud adalah kontak fisik yang sangat, sangat Didekat. Misalnya berbagi kamar tidur, berbagi kabin, atau Memberi Perawatan Medis medis langsung. Ini sangat, sangat berbeda Bersama COVID dan sangat berbeda Bersama influenza,” tegas Van Kerkhove kepada Reuters.
Berbeda denganCOVID-19 yang menyebar Bersama sangat mudah Melewati udara (airborne) Untuk jarak sosial biasa,hantavirus varian Andes, yang diduga menjadi penyebab, membutuhkan Keterlibatan fisik yang jauh lebih intim Sebagai bisa berpindah inang.
WHO kini bekerja sama Bersama berbagai Bangsa Sebagai melacak penumpang yang sempat turun Ke Pulau Saint Helena Sebelumnya kapal mencapai Tanjung Verde. Ke Afrika Selatan, sebanyak 65 orang yang pernah melakukan kontak Bersama pasien telah diidentifikasi Sebagai pemantauan Lebih Jelas, ditambah 12 orang lainnya Ke Bangsa-Bangsa berbeda.
Walaupun situasi medis Ke atas kapal sangat serius, suasana Ke Di para penumpang dilaporkan tetap kondusif. Kasem Hato, salah satu penumpang, menceritakan bahwa Pemimpin kapal terus Memberi informasi terbaru secara transparan.
“Orang-orang Menyambut Baik situasi ini Bersama serius tetapi tanpa kepanikan. Kami mencoba menjaga jarak sosial dan mengenakan masker agar tetap aman. Hari-hari kami berjalan hampir normal; kami menyibukkan diri Bersama membaca, menonton Sinema, dan minum minuman hangat. Semangat Ke atas kapal tetap tinggi,” ungkap Hato.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video Kronologi Lengkap Penemuan Tindak Kejahatan Hantavirus Ke Kapal MV Hondius“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Hantavirus Tak Menular Semudah COVID-19











