Palangka Raya –
Kalimantan Di dikepung Bersama asap Bencana Alam dan lahan (karhutla). Tercatat ada 968 hotspot atau titik api. Penerbangan pun terganggu.
Pembantu Ri Kehutanan Raja Juli Antoni menyoroti Situasi Bencana Alam dan lahan (karhutla) Hingga Kalimantan Di (Kalteng). Meski jumlah hotspot mulai menurun, Daerah tersebut masih mencatat sebaran titik panas tertinggi dibandingkan provinsi prioritas lainnya.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan Di 20-21 September 2026, terdeteksi 968 hotspot high confidence Hingga Kalteng. Jumlah itu turun Di sehari Sebelumnya yang mencapai 1.035 titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sekarang Kalteng menjadi provinsi Bersama hotspot dan tingkat kepekatan asap nomor satu,” kata Menhut Hingga Palangka Raya, Selasa (22/9/2026).
Raja Antoni mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan Bersama menggabungkan kekuatan darat dan udara. Operasi disesuaikan Bersama Situasi api, cuaca, serta perkembangan titik panas Hingga lapangan.
“Operasi darat, water bombing, patroli udara, pembasahan, pendinginan, dan Operasi Modifikasi Cuaca terus dilakukan sesuai kebutuhan dan Situasi meteorologis,” ujarnya.
Tingginya Kegiatan karhutla Hingga Kalteng juga mulai berdampak Di Kegiatan Komunitas. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah Daerah Justru sempat menyebabkan jarak pandang Hingga Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya turun hingga Disekitar 600 meter Di Minggu.
“Situasi tersebut berdampak Di 14 pergerakan pesawat Hingga bandara tersebut. Terdiri Di tujuh penerbangan kedatangan dan tujuh penerbangan keberangkatan yang Merasakan gangguan,” katanya.
Secara nasional, SiPongi mencatat 1.532 hotspot high confidence. Angka itu Menimbulkan Kekhawatiran 209 titik dibandingkan sehari Sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.323 titik.
Selain Kalteng, Sumatera Selatan juga menjadi perhatian pemerintah Sebab Merasakan lonjakan hotspot. Jumlah hotspot high confidence Hingga provinsi tersebut naik Di 112 menjadi 285 titik Di sehari.
Raja Antoni mengingatkan angka hotspot tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah kejadian kebakaran maupun luas lahan yang terbakar. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan masih harus diverifikasi Melewati pemeriksaan langsung Hingga lapangan.
“Untuk memperkuat penanganan, pemerintah telah mengerahkan kekuatan Di jumlah besar. Dari Agustus, sebanyak 64 pesawat dan helikopter serta 54.394 personel gabungan telah dikerahkan Untuk menangani karhutla Hingga berbagai Daerah terdampak,” ujarnya.
Pemerintah terus memastikan operasi penanganan karhutla Untuk dilakukan Pada Situasi Hingga lapangan masih membutuhkan. Pemantauan hotspot, patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, hingga pendinginan dilakukan Untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.
———
Artikel ini telah naik Hingga detikKalimantan.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kalteng Dikepung Asap, Muncul 968 Hotspot-14 Penerbangan Terganggu











