Wisata  

Kebakaran Gunung Ciremai Hanguskan 289 Hektare Lahan



Kuningan –

Kebakaran gunung Ciremai Untuk tanggal 21 hingga 25 Oktober 2026 telah menghanguskan 289 hektare lahan.

Kepala Balai TNGC, Toni Anwar Melewati Koordinator Urusan Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Eska Nata Suryana memaparkan kebakaran yang terjadi Pada lima hari tersebut telah menghanguskan lahan dan hutan Hingga Gunung Ciremai seluas 289 hektare.

“Berdasarkan hasil pemetaan Didalam drone dan citra satelit terbaru dan pengolahan data yang dilaksanakan tanggal 26 -27 Oktober 2026 diperkirakan luas areal kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terbakar Dari tanggal 21 Oktober 2026 sampai Didalam 25 Oktober 2026 seluas 289 hektar,” tutur Eska, Kamis (5/11/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eska memaparkan kebakaran tersebut Memberi berbagai dampak lingkungan seperti kerusakan ekosistem Hingga mana kebakaran menghanguskan vegetasi hutan seperti semak belukar, savana, dan beberapa tegakan pohon serta pohon kayu yang sudah lapuk dan gangguan habitat satwa serta pencemaran udara akibat kepulan asap yang terbawa angin.

“Mengganggu Kesejaganan ekosistem dan memaksa satwa liar bergerak menjauh Untuk areal terbakar, salah satunya ditemukannya anakan surili yang terpisah dan Ke akhirnya diselamatkan dan dikembalikan kepada induknya. Secara keseluruhan belum ada laporan resmi adanya satwa prioritas yang mati atau terdampak langsung. Pencemaran udara dimana kepulan asap tebal Untuk kebakaran Hingga lereng gunung Di area lokasi Bencana Alam dan terlihat Hingga Daerah sekitarnya,” tutur Eska.

Eska memaparkan lahan yang terbakar tersebut nantinya Akansegera dipulihkan ekosistemnya secara bertahap. Menurutnya, ada beberapa cara Untuk memulihkan ekosistem lahan yang rusak seperti penanaman, pengayaan, dan pemeliharaan. Perawatan ekosistem tersebut nantinya Akansegera melibatkan berbagai macam pihak.

“Didalam Sebab Itu nanti Perawatan ekosistem itu ada beberapa mekanisme, ada Didalam penanaman intensif, Lalu ada Didalam suksesi alam, ada Didalam pengkayaan tanaman, ada pemeliharaan sekat bakar. Kalau standar, Untuk Perawatan ekosistem ini paling cepat itu tiga tahun. Didalam Sebab Itu kita Hingga tahun pertama kita menanam, Lalu Hingga tahun kedua dan ketiga Untuk pemeliharaan,” tutur Eska.

Selain menyebabkan dampak lingkungan, kebakaran tersebut juga Memberi dampak sosial dan operasional Hingga mana proses pendakian ditutup hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Kebakaran tersebut juga mengharuskan adanya mobilisasi massa yang besar Untuk memadamkan api. Menurut Eska, ada Di 920 personel gabungan yang terlibat Untuk memadamkan api.

“Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai ditutup Dari 6 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan guna menjaga keselamatan dan Perawatan ekosistem. Ada Di 920 personel gabungan Untuk TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, BPBD, Kementerian Kehutanan, Perhutani, mitra, Volunteer, dan berbagai unsur lainnya, yang didukung Didalam water bombing dan rekayasa cuaca,” tutur Eska.

Eska memaparkan Pada lima hari berjibaku Untuk memadamkan Bencana Alam dan lahan Hingga Gunung Ciremai tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi seperti tiupan angin yang kencang dan berubah arah, banyaknya bahan bakar kering dan tebal yang mempercepat api menjalar Hingga segala arah. Situasi medan yang terjal dan berbatu serta terbatasnya sumber air yang ada Hingga Di lokasi kebakaran.

Agar kejadian tersebut tidak kembali terulang, TNGC mengimbau agar Komunitas selalu menjaga Gunung Ciremai Didalam tidak membakar sampah, membuat api unggun Hingga luar lokasi yang ditentukan, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat Untuk memadamkan api Hingga Gunung Ciremai.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak atas kolaborasi dan sinergitas serta Pemberian baik tenaga dan Ekspedisi Untuk upaya pengendalian kebakaran Hingga kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Kepala Balai TNGC menghimbau kepada seluruh Komunitas Untuk tidak melakukan Kegiatan yang memicu api Hingga Untuk kawasan hutan. Jaga bersama Ciremai Untuk Bencana Alam, wariskan mata air bukan wariskan air mata Untuk generasi mendatang,” pungkas Eska.

———

Artikel telah naik Hingga detikJabar.

(wsw/wsw)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kebakaran Gunung Ciremai Hanguskan 289 Hektare Lahan

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects