loading…
Lini terlaris Xiaomi sepanjang sejarah hadir Di formula Terbaru: bukan yang paling kencang, tapi yang paling Konsisten. Foto: Xiaomi
Penyebabnya satu: AI.
Kebutuhan komputasi AI meledak. Kapasitas produksi chip DRAM dan NAND tersedot Sebagai kebutuhan pusat data. Pasokan Sebagai Telepon Genggam konsumen menipis. Harga merangkak naik.
Produsen pun terjepit. Di segmen menengah, pilihan mereka cuma dua: naikkan harga, atau diam-diam potong spesifikasi tanpa ganti nama model Untuk menjaga margin laba. Dua-duanya merugikan konsumen.
Inilah yang disebut paper-spec race. Perlombaan angka Di atas Kertas. RAM bertambah. Penyimpanan membengkak. Tapi Penghayatan pakai sehari-hari? Hampir tidak berubah. Konsumen bayar lebih, dapat lebih sedikit.
“Pasar smartphone telah memasuki salah satu periode tersulitnya. Penyebabnya adalah keterbatasan pasokan memori yang akut, yang berdampak langsung Di pengiriman sekaligus permintaan,” beber Nabila Popal, Senor Director with IDC’s Data & Analytics.
Senior Analyst Counterpoint Research, Shilpi Jain, mencatat Di laporan Indonesia Smartphone Tracker Q1 2026, bahwa penurunan pasar Indonesia terjadi Di periode ketika indikator Peningkatan Ekonomi justru Menunjukkan perbaikan. Hal tersebut Menunjukkan bahwa penyebab utama penurunan berasal Di sisi biaya komponen, bukan semata Di daya beli konsumen.
Strategi Xiaomi Lewat Redmi Note
500 juta unit. Bukan angka sembarangan. Xiaomi tidak sembarangan menyikapi situasi ini.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kekurangan Komponen AI Bikin Harga HP Melonjak, Redmi Note 17 Series Pilih Jalan Berbeda











