loading…
Diskusi Publik Antiperdagangan Orang digelar Pelita 16 Di SMA Yaspi Jakarta Utara, Kamis (6/8/2026). Foto: istimewa
“Keberadaan posko Berencana membantu korban maupun keluarga korban memperoleh akses Pada Pemberian hukum, pendampingan, serta koordinasi Bersama aparat penegak hukum,” kata Doli Kurnia Untuk Diskusi Publik Antiperdagangan Orang yang digelar Pelita 16 Di SMA Yaspi Jakarta Utara, Kamis (6/8/2026).
Samping Itu, ia menekankan pentingnya memperkuat Pelatihan dan literasi publik agar Komunitas tidak mudah terjebak Untuk tawaran pekerjaan Ke luar negeri yang tidak Melewati prosedur resmi. Doli juga menyampaikan keprihatinannya atas dugaan perdagangan Di Libya Terbaru-Terbaru ini dan juga Di Kamboja.
Baca juga: Polda Metro Pulangkan 3 Korban TPPO Untuk Libya, 41 WNI Lainnya Masih Menunggu Evakuasi
Doli juga menyampaikan Tindak Kejahatan 4 warga Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara yang menjadi korban TPPO Di Kamboja mirip Bersama 2 Tindak Kejahatan yang sama Di Lokasi Pemilihan (Dapil) Di Sumatera Utara. “Tindak Kejahatan tersebut Menunjukkan bahwa ancaman perdagangan orang masih nyata dan membutuhkan langkah Upaya Mencegah yang lebih terstruktur dan sistematis,” ujarnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Perdagangan Orang Masih Mengancam, Posko Pengaduan TPPO Dinilai Perlu











