Di bertahun-tahun, sebuah arca berbentuk tokoh pewayangan Semar meninggalkan misteri Untuk warga Cirebon. Kini, misteri itu terjawab sudah.
Sebuah batu berbentuk menyerupai sosok Semar meninggalkan misteri Untuk warga Ke Kelurahan Pejambon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Arca Semar itu kerap dikaitkan Didalam peninggalan masa lampau. Malahan arca itu disebut-sebut Memiliki hubungan Didalam sejarah kerajaan Ke masa lalu. Akan Tetapi, misteri mengenai asal-usul arca tersebut mulai menemukan titik terang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinas Kebudayaan dan Perjalanan Ke Luarnegeri (Disbudpar) Kabupaten Cirebon memastikan batu yang Di ini dikenal Kelompok sebagai Arca Semar itu bukan peninggalan sejarah Didalam masa kerajaan maupun kolonial.
Bukan Peninggalan Sejarah
Menurut penelusuran Ke lapangan dan keterangan Didalam sejumlah tokoh Kelompok, benda tersebut justru diketahui merupakan hasil karya manusia yang dibuat Di zaman modern.
Subkoordinator Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, Iman Hermanto, mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh Setelahnya pihaknya melakukan penelusuran Pada riwayat keberadaan batu, termasuk menggali informasi Didalam warga yang mengetahui sejarah benda tersebut.
Salah satu informasi penting itu berasal Didalam Sebat, warga berusia 83 tahun yang disebut mengetahui secara langsung proses pembuatan hingga perpindahan batu tersebut Didalam satu lokasi Ke lokasi lainnya.
“Temuan Arca Semar ini sudah kami diskusikan Didalam tokoh Kunci bernama Bapak Sebat. Beliau bukan hanya Menyediakan informasi, tetapi juga Berkata sebagai orang yang mengetahui dan terlibat Untuk proses membawa batu tersebut,” ujar Iman Lewat sambungan telepon, Senin (24/8).
Dibuat Didalam Warga Setempat
Keterangan Sebat menjadi salah satu petunjuk penting Sebagai Membeberkan misteri batu yang Di ini Disorot Memiliki nilai sejarah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Disbudpar Kabupaten Cirebon, batu berbentuk menyerupai Arca Semar itu diperkirakan dibuat Disekitar tahun 1950 Didalam Kelompok setempat.
Material batu disebut berasal Didalam kawasan Sungai Cipager atau Sungai Asem. Setelahnya dibentuk, benda tersebut Lalu beberapa kali Merasakan perpindahan lokasi seiring perkembangan permukiman dan Karya Kelompok.
Disekitar tahun 1960, batu tersebut dipindahkan Ke kawasan permukiman warga. Beberapa waktu Lalu, benda itu kembali dipindahkan Ke kawasan Disekitar jalan raya yang lokasinya tidak jauh Didalam tempat keberadaannya sekarang.
“Didalam informasi yang kami dapat, ada satu batu berbentuk Arca Semar yang sempat hilang Di proses perpindahan tersebut,” kata Iman.
Riwayat perpindahan itu pula yang membuat keberadaan batu tersebut Lebih Menarik Perhatian. Seiring berjalannya waktu, cerita mengenai asal-usulnya berkembang Ke Ditengah Kelompok dan membentuk persepsi bahwa benda tersebut merupakan peninggalan Didalam masa yang jauh lebih tua.
Terbaru Dibangun Tahun 2000-an
Menariknya, bangunan yang kini menaungi batu tersebut ternyata bukan Dibagian Didalam struktur asli Dari awal keberadaannya. Iman menjelaskan, bangunan pelindung atau cungkup Terbaru mulai dibuat Disekitar tahun 2000 hingga 2001.
Setelahnya pembangunan tersebut, batu kembali dipindahkan Ke lokasi yang Di ini dikenal Kelompok. Karena Itu, keberadaan batu, proses pemindahannya, hingga pembangunan cungkup Memiliki rentang sejarah yang relatif modern.
Disbudpar Kabupaten Cirebon Sebelumnya juga masih menunggu laporan resmi Didalam Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Area Jawa Barat sebagai Dibagian Didalam proses kajian Pada benda tersebut.
Meski demikian, berdasarkan penelusuran awal yang telah dilakukan, Disbudpar memastikan tidak menemukan indikasi yang Menunjukkan batu tersebut berkaitan Didalam peninggalan kerajaan ataupun masa kolonial.
“Secara dasar Didalam hasil kami Ke lapangan, itu bukan arca peninggalan kerajaan ataupun peninggalan masa kolonial,” tegas Iman.
Terungkapnya asal-usul batu tersebut tidak serta-merta membuat keberadaan arca semar itu kehilangan arti Untuk Kelompok Pejambon.
Arca Semar Sudah Karena Itu Cerita Lokal
Disbudpar Kabupaten Cirebon tetap memandang batu tersebut sebagai Dibagian Didalam cerita dan sejarah lokal yang layak dihargai. Sebab, nilai sebuah benda Untuk kehidupan Kelompok tidak selalu ditentukan Didalam usia maupun statusnya sebagai benda cagar Kekayaan Budaya Dunia.
Untuk warga, batu itu telah menjadi Dibagian Didalam ingatan kolektif. Cerita mengenai proses pembuatannya, perpindahannya Didalam satu tempat Ke tempat lain, hingga pembangunan cungkup menjadi Dibagian Didalam perjalanan sosial Kelompok setempat Di puluhan tahun.
Sebab itu, Kendati tidak dikategorikan sebagai peninggalan sejarah Didalam masa kerajaan atau kolonial, keberadaan batu tersebut tetap Memiliki nilai sosial dan Kekayaan Budaya Dunia Untuk Kelompok Pejambon.
Pemerintah Area pun mengimbau Kelompok Sebagai tetap menjaga keberadaan lokasi tersebut secara proporsional. Bukan Sebab Disorot sebagai peninggalan kerajaan, melainkan Sebab Ke balik batu tersebut terdapat cerita tentang Kelompok, perubahan lingkungan, serta ingatan kolektif warga yang telah berlangsung Di puluhan tahun.
——-
Artikel ini telah naik Ke detikJabar.
Halaman 2 Didalam 2
Simak Video “Video: Ke Balik Viral Penemuan Candi Raksasa Ke Kediri“
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Terjawab Sudah Misteri Arca Semar Ke Cirebon











