Sebagai Praktisi Medis spesialis obgyn, Dr dr Christofani E SpOG, SubspFER, nyaris tak percaya begitu Memperoleh Peristiwa Pidana ‘rahim copot’ 15 tahun silam Pada dirinya menjadi residen Di RSUD Slamet, Garut, Jawa Barat. Cerita viral yang Sebelumnya Itu diungkap dr Gia Pratama Di salah satu podcast YouTube itu membawa memori detik-detik menegangkan Pada Di berjaga. Benar seperti yang diceritakan, seorang pria membawa satu kantong kresek hitam yang ternyata berisi rahim.
“Kaget dan tidak percaya,” demikian dua kata yang digambarkan dr Christo Pada mendapati Peristiwa Pidana tersebut.
Ia mengaku itu adalah Peristiwa Pidana pertama dan terakhir yang ditangani hingga hari ini. “Situasi Pada itu sesuai cerita dr Gia. Paraji datang membawa kresek hitam, Pada kami buka ternyata isinya rahim kira-kira setengah Di puncak rahim sampai badan rahim,” jelasnya Pada dihubungi detikcom Selasa (18/11/2025), sembari menekankan pasien masih berada Di luar kamar bersalin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien Pada itu diminta langsung masuk Di ruangan. dr Christofani menilai pasien sudah Di fase shock hipovolemik yakni Situasi medis darurat mengancam jiwa yang terjadi imbas hilangnya volume darah atau cairan tubuh signifikan, Supaya jantung tidak mampu memompa darah cukup Di seluruh tubuh.
“Dan suasananya menjadi menegangkan Sebab Situasi ibu sudah kritis. Fokus kami waktu itu melakukan resusitasi cairan dan Melakukanupaya sesegera Mungkin Saja melakukan operasi Untuk menghentikan perdarahan,” lanjut pria yang kini berpraktik Di Siloam Hospital.
Peristiwa Pidana ditangani Di lebih Di tiga Praktisi Medis, termasuk dua rekan residen obgyn-nya Pada itu, dr Jonas Nara Baringbing dan dr Agus Pribadi.
Di Situasi normal, menurutnya rahim copot memang menjadi suatu hal yang mustahil. “Tapi Di Peristiwa Pidana ini rahim terpisah sebagian Sebab perlakuan Di parajinya,” sebutnya.
Paraji atau dukun beranak ini yang menangani persalinan ibu Di Peristiwa Pidana ‘rahim copot’. Paraji memaksa Mengeluarkan plasenta pascapersalinan, Memikat secara paksa hingga Lalu sebagian rahim ikut keluar melewati vagina.
dr Christo mengaku tak heran Pada cerita ini viral Di media sosial, tidak sedikit yang Lalu meragukan kebenarannya. Justru Di kalangan Praktisi Medis. “Saya pun Akansegera sama respons-nya kalau mendengar berita seperti ini. Sebab seperti yang sudah saya sampaikan, Di Situasi normal tidak Mungkin Saja rahim bisa lepas sendiri.”
“Kembali lagi, Situasi ini terjadi Sebab perlakuan Di paraji,” tegasnya.
Bersyukur akhirnya si ibu berhasil melewati masa kritis, meski sebagian rahim yang terlepas tidak bisa terpasang kembali. dr Christo menyebut hal ini bisa menjadi pembelajaran bagaimana pentingnya memeriksakan kehamilan secara rutin dan memilih bersalin Di fasilitas Kesejajaran yang baik.
“Supaya risiko komplikasi seperti pasien yang kami tangani, tidak terjadi lagi Di semua ibu hamil,” pungkasnya.
Halaman 2 Di 2
(naf/up)
Ribut Sesama Praktisi Medis soal Rahim Copot
9 Konten
Polemik Peristiwa Pidana viral ‘rahim copot’ meluas. Tidak adanya dokumentasi formal dan ilmiah membuat sebagian Praktisi Medis senior meragukan Peristiwa Pidana tersebut, dan mengaitkannya Di Situasi yang lebih Mungkin Saja terjadi: inversio uteri.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Obgyn yang Tangani Peristiwa Pidana Viral ‘Rahim Copot’ Buka Suara, Ceritakan Momen Menegangkan











