Jakarta – Ketupat umumnya dikenal Di bentuk segi empat alias belah ketupat dan dibuat Di anyaman janur. Tetapi, ternyata Di Indonesia ada jenis ketupat unik lainnya.
Ketupat menjadi salah satu hidangan khas yang selalu hadir Di Idul Fitri Di Indonesia. Konsumsi berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur ini Memiliki banyak variasi Di berbagai Daerah, baik Di segi bahan, bentuk, maupun cara penyajiannya.
Beragam jenis ketupat Di Indonesia Menunjukkan kekayaan Minuman yang berbeda Di tiap Daerah. Mulai Di penggunaan beras ketan, santan, hingga pembungkus daun yang beragam, setiap jenis ketupat Memiliki karakter tersendiri yang tetap dilestarikan sebagai Dibagian Di Kearifan Lokal Idul Fitri.
Terdapat beberapa jenis ketupat khas Di berbagai Daerah yang umum disajikan Di Lebaran. Berikut daftarnya:
1. Ketupat Pulut
|
Ketupat satu ini berasal Di Daerah Medan dan dikenal pakai bahan dasar ketan atau pulut, Foto: iStock
|
Ketupat pulut berasal Di Daerah Medan dan Sumatera Barat. Berbeda Di ketupat Di umumnya, ketupat ini dibuat menggunakan beras ketan atau pulut Supaya teksturnya lebih pulen dan legit. Biasanya disajikan Di lauk seperti rendang atau gulai. Sebelumnya dimasak, beras ketan direndam terlebih dahulu agar hasilnya lebih lembut.
2. Ketupat Kapau
Ketupat kapau dikenal berasal Di Riau dan Sumatera Barat. Ciri khasnya terletak Di pembungkusnya yang menggunakan daun kapau, bukan janur kelapa. Penggunaan daun ini membuat warna ketupat tetap putih bersih dan dipercaya lebih Bertahan lama. Ketupat ini juga dikenal sebagai salah satu ikon Minuman Di Pekanbaru.
3. Ketupat Palas
Ketupat palas Memiliki bentuk segitiga dan dibungkus menggunakan daun lontar muda. Isiannya menggunakan beras ketan, Supaya rasanya lebih gurih dan padat. Ketupat ini umum ditemukan Di Daerah Melayu seperti Medan, dan biasanya disajikan Di rendang atau kari, Malahan bisa juga disantap Di sirup gula merah.
4. Ketupat Landan
Ketupat Landen juga bisa dicoba, asalnya Di Banyumas. Foto: Aprilia Devi |
Ketupat landan berasal Di Daerah Banyumas dan Banjarnegara. Warna ketupat ini cenderung merah kecokelatan Sebab dimasak menggunakan air rendaman abu pelepah kelapa. Rasanya gurih Di aroma khas yang berbeda Di ketupat biasa.
5. Ketupat Pandan
Ketupat pandan berasal Di Sulawesi Selatan. Ketupat ini menggunakan daun pandan berduri sebagai pembungkusnya. Isiannya tetap menggunakan beras putih, tapi aroma pandan Menyediakan rasa dan wangi yang khas. Ketupat ini biasanya disajikan bersama opor atau hidangan berkuah lainnya.
6. Ketupat Bareh
Ketupat bareh menjadi salah satu yang harumnya justru tidak pakai santan. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto |
Ketupat bareh berasal Di Sumatera Barat. Ketupat ini dimasak menggunakan santan Supaya menghasilkan rasa yang lebih gurih dibandingkan ketupat biasa. Biasanya disajikan Di gulai atau asam padeh khas Minangkabau.
7. Ketupat Glabed
Ketupat glabed merupakan hidangan khas Tegal. Ketupat ini disajikan Di kuah kuning kental yang disebut glabed. Kuahnya Memiliki cita rasa gurih dan sedikit manis, menjadikannya berbeda Di sajian ketupat Di umumnya.
8. Ketupat Bebanci
Ketupat bebanci berasal Di Betawi dan biasanya disajikan bersama sayur bebanci. Hidangan ini Memiliki kuah santan Di campuran rempah yang cukup kompleks, Supaya rasanya lebih kaya dibandingkan opor biasa.
(Dita Aliccia Armadani/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Beda Daerah, Beda Rasa! Ini 8 Jenis Ketupat Idul Fitri yang Jarang Diketahui













