Jakarta, CNN Indonesia —
Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) Garda Indonesia menyambut positif pernyataan Pemimpin Negara Prabowo Subianto yang Berkata Aturan Terbaru dapat membuat pendapatan ojol Meresahkan signifikan, Malahan mencapai dua hingga tiga kali lipat.
Prabowo menyampaikan hal tersebut Di Pidato Kenegaraan Pemimpin Negara Republik Indonesia Ke Jumat (14/8). Kata dia pengemudi Sebelumnya Merasakan Di 80 persen Didalam pendapatan perjalanan, sedangkan Melewati Aturan Terbaru porsi pengemudi menjadi 92 persen, Didalam maksimal 8 persen Sebagai aplikator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono Berkata pernyataan Prabowo tersebut merupakan sinyal penting bahwa Aturan Bangsa mulai Menyediakan dampak nyata Pada kehidupan ekonomi pengemudi transportasi online.
“Yang jauh lebih penting adalah lahirnya kepastian hukum bahwa pengemudi transportasi online Memiliki hak ekonomi yang harus dilindungi Dari Bangsa,” kata Igun Di keterangan tertulis, Jumat (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lahirnya Peraturan Pemimpin Negara Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online dinilai merupakan salah satu tonggak penting Di sejarah hubungan Di pengemudi, perusahaan aplikator, dan Bangsa.
Prabowo sendiri, kata dia, telah menegaskan Perpres tersebut merupakan instrumen Sebagai memperkuat perlindungan dan Kesejaganan pengemudi transportasi online, termasuk pengaturan pembagian pendapatan serta perlindungan sosial.
“Pemerintah juga menempatkan jaminan kecelakaan kerja dan perlindungan Kesejaganan sebagai Dibagian Didalam agenda perlindungan pekerja transportasi online,” katanya.
Untuk dia Prabowo telah Membahas langkah yang sangat strategis. Bangsa tidak lagi hanya menjadi regulator yang melihat Didalam jauh, tetapi hadir memastikan adanya Kesejaganan Di ekosistem transportasi online.
“Akan Tetapi, Garda Indonesia menegaskan ukuran Prestasi Perpres tidak boleh berhenti Ke angka persentase pembagian pendapatan,” ungkapnya.
“Ukuran Prestasi yang sesungguhnya adalah berapa besar peningkatan pendapatan bersih yang benar-benar diterima pengemudi Sesudah memperhitungkan biaya operasional, jumlah order, tarif perjalanan, insentif, biaya layanan, dan berbagai mekanisme ekonomi lainnya Di ekosistem Langkah,” lanjut dia.
Lantaran itu, ia menambahkan Garda Indonesia memandang diperlukan pengawasan dan evaluasi implementasi secara berkelanjutan.
(fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Asosiasi Buka Suara Soal Prabowo Siapkan Perpres Ojol











