Jakarta, CNN Indonesia —
Sebuah truk katering bandara menjadi Kunci operasi rahasia Untuk memindahkan Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump Di Air Force One Ke pesawat lain Ke Turki Untuk keselamatannya.
Trump naik Ke Air Force One lama Ke Ankara Ke Juli lalu Ke Didepan sorotan Perekamgambar. Beberapa Di Setelahnya Itu ternyata ia diam-diam turun, masuk Ke truk katering, lalu diantar Ke pesawat Angkatan Udara AS yang lebih kecil, C-32A, yang diposisikan tak jauh.
Rangkaian protokoler ini dilaporkan Washington Post berdasarkan keterangan seorang pejabat AS yang mengetahui operasi tersebut. Menurut Reuters yang mengutip berita itu, pemicunya ancaman Pada Trump Di Iran, Bangsa yang Lagi berperang Didalam AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Truk katering
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Truk katering adalah kendaraan pendukung bandara yang lazim merapat Ke badan pesawat Untuk memuat perbekalan. Bak kargonya bisa dinaikkan sampai setinggi pintu kabin, Supaya isinya bisa berpindah tanpa terlihat Di luar.
Cara kerja itulah yang dipakai memindahkan Trump. Foto-foto AFP memperlihatkan dua kontainer pasokan Ke Pada Didepan dan Dibelakang pesawat Di Trump naik. Trump Setelahnya Itu dilaporkan meninggalkan pesawat Didalam masuk Ke salah satu kontainer tersebut.
Air Force One tetap terbang Ke Inggris membawa rombongan pers dan sebagian staf yang mengira Kepala Negara ada Ke Di. Wall Street Journal melaporkan Pembantu Kepala Negara Luar Negeri Marco Rubio termasuk pejabat senior yang tetap berada Ke pesawat itu.
Para jurnalis Ke kabin pers diminta menutup tirai jendela. Di ditanya alasannya, Trump menjawab Lantaran mereka “Mungkin Saja Lagi Di penerbangan berbahaya”. Ia melanjutkan, “But if I go, you go. Right?”
Tiga pesawat
Perjalanan itu melibatkan tiga pesawat sekaligus. Trump tiba Ke Ankara Untuk KTT Organisasimiliter Didalam Boeing 747 hadiah Qatar yang Mutakhir direnovasi, lalu Mengeluarkan Berencana pulang memakai Air Force One lama berwarna biru muda.
Lewat Truth Social ia menyebut pilihan itu diambil Untuk mengenang masa lalu, Sambil Itu pesawat Mutakhir dikirim Ke pangkalan yang sama agar prajurit AS bisa melihat-lihat. Kenyataannya ia terbang Didalam pesawat ketiga, C-32A.
Boeing 747 hadiah Qatar itu dipasangi ulang perlengkapannya Didalam kontraktor Lini Pertahanan L3Harris Technologies. Pesawat tersebut disiapkan sebagai pengganti Sambil Itu selagi Boeing kesulitan merampungkan Air Force One generasi Mutakhir yang tertunda lama.
Gedung Putih Mengungkapkan jet hadiah Qatar sudah dilengkapi protokol Keselamatan tingkat tinggi.
“Ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap alat yang kami punya Untuk mengatasi ancaman itu,” ujar Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung.
C-32A yang membawa Trump mendarat Ke Inggris Di pukul 22.20, disusul Air Force One lama beberapa menit Setelahnya Itu. Rombongan pers melaporkan Trump menuruni tangga Air Force One lama Ke pukul 22.56.
Bagaimana ia berpindah kembali Di C-32A Ke pesawat itu tidak dijelaskan. Washington Post Mengungkapkan Pada tersebut belum jelas. Pentagon tidak segera Merespons permintaan komentar.
Operasi semacam ini bukan yang pertama. Ke 2000, Kepala Negara Bill Clinton memakai jet eksekutif tanpa tanda Untuk terbang Ke Pakistan, Sambil Itu Air Force One resminya dikirim sebagai umpan.
Bedanya, kali ini yang menjalankan peran pemindahan bukan pesawat lain, melainkan kendaraan darat yang setiap hari lalu lalang Ke apron bandara tanpa Memikat perhatian siapa pun.
(fea/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Trump Numpang Truk Katering Untuk Ganti Pesawat Di Ada Ancaman Iran











