Honda Ramal Masa Didepan LCGC, Masih Bisa Bertahan?


Jakarta, CNN Indonesia

Honda Prospect Kendaraan Bermotor Roda Dua (HPM) menilai segmen Kendaraan Pribadi murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) masih Memperoleh masa Didepan. Segmen ini dinilai tetap dibutuhkan Sebab menyasar konsumen yang Terbaru pertama kali Memperoleh Kendaraan Pribadi atau first time buyer.

LCGC diperkirakan masih Berencana berlangsung seiring kebutuhan Komunitas Di kendaraan harga dan biaya kepemilikan yang relatif terjangkau.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Honda menekankan sebuah produk tidak hanya bisa mengandalkan harga Untuk bersaing Di pasar Kendaraan Pribadi murah. Produsen asal Jepang itu menilai konsumen juga Mengkaji nilai yang didapat Pada menggunakan kendaraan, mulai Di pembelian hingga menjual kembali Kendaraan Pribadi.

“Kami selalu Memperoleh nilai yang terbaik buat konsumen, nilai lebih, bukan sebatas harga. Di dia beli, dia rawat, sampai jual. Itu nilai yang kita berikan,” kata kata Yusak Billy, Sales & Marketing Director HPM Di GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, belum lama ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Billy keberadaan LCGC masih relevan Sebab kelompok konsumen yang menjadi sasaran segmen tersebut tergolong besar.

“LCGC target market first time buyer ya, Karena Itu masih banyak,” ujarnya.

Selain harga dan produk, ia mengatakan strategi lain Untuk bertahan Ke pasar LCGC Di antaranya kemudahan konsumen Memperoleh kendaraan.

“Karena Itu kami Memberi Di konsumen kepemilikan Kendaraan Pribadi secara mudah dan ringan, kerjasama juga Bersama lembaga pembiayaan dan itu Karena Itu strategi agar LCGC tetap eksis Di Indonesia,” katanya.

Penjualan LCGC Di 2026

Pada ini peserta LCGC cuma tiga, yaitu Honda, Toyota dan Daihatsu. Produsen lain, Datsun/Nissan dan Suzuki, sudah menyerah Sebelum Langkah LCGC dibuka Ke 2013.

LCGC sempat Karena Itu primadona Pada awal Akan Tetapi nampaknya belum dapat keluar Di tekanan pasar Ke semester pertama 2026. Penjualan segmen Kendaraan Pribadi BBM harga termurah itu terkoreksi nyaris 20 persen dibanding semester pertama 2025.

Mengutip data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Kendaraan Pribadi-Kendaraan Pribadi LCGC Ke enam bulan pertama 2026 berjumlah 55.506 unit.

Angka itu turun 18,4 persen Di Januari-Juni 2025 sebanyak 68.038 unit.

Penurunan itu juga sejalan Bersama menyusutnya produksi lima model LCGC buatan Honda (Brio Satya), Toyota (Agya-Calya), dan Daihatsu (Sigra-Ayla).

Menurut Gaikindo, produksi Kendaraan Pribadi LCGC Di Indonesia turun 15 persen Ke Januari-Juni 2026 menjadi 70.845 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu 83.367 unit.

(ryh/fea)




Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Honda Ramal Masa Didepan LCGC, Masih Bisa Bertahan?