loading…
Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026. FOTO/dok.SindoNews
“Melewati EEC, kami ingin membantu pelaku industri mengukur dampak ekonomi sekaligus nilai Pengalaman Hidup yang dihasilkan sebuah event. Pengukuran ini menjadi dasar Sebagai Meningkatkan Mutu penyelenggaraan dan Menunjukkan kontribusi nyata industri,” ujar CEO Konect Aryo Febrian Moedanton Di keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga: Survei Lemkapi: 83,5% Publik Percaya Inisiatif Polri Bersama Komunitas Bawa Perubahan
EEC merupakan pendekatan Sebagai mengukur nilai ekonomi sebuah Peristiwa secara menyeluruh, mulai Di Kemungkinan usaha, perputaran Kegiatan ekonomi, kolaborasi Usaha, hingga dampak Pada Komunitas dan Area Di. Pengukuran tersebut tidak hanya bertumpu Di jumlah pengunjung atau pendapatan tiket, tetapi juga mencakup Kegiatan sektor pendukung seperti hiburan, akomodasi, transportasi, konsumsi, serta jasa produksi dan penyelenggaraan Peristiwa.
Mengusung tema “From Invisible to Indispensable” Di tagline “Make It Count”, IVES 2026 juga menyoroti pentingnya membangun nilai industri event Di jangka panjang. Head of Marketing & Promotion Musica Chandra Samhari mengatakan, Pembaruan karya atau kekayaan intelektual (intellectual property/IP) Di industri Alunan membutuhkan identitas kuat, strategi konsisten, serta kemampuan membangun hubungan Di audiens agar tidak hanya populer sesaat.
Di sisi penyelenggaraan, Ketua Presidium API Reza Pamungkas menekankan bahwa Sukses sebuah pertunjukan tidak cukup diukur Di tiket yang terjual habis. Kesiapan teknis, produksi, dan koordinasi Skuat menjadi faktor penting Sebagai memastikan Mutu Peristiwa serta Pengalaman Hidup yang dijanjikan kepada penonton dapat terpenuhi.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Industri Event Indonesia Didorong Optimalkan Dampak Ekonomi











