Minahasa Tenggara –
Untuk Kelompok Minahasa Tenggara pohon aren adalah pohon kehidupan, pohon aren yang lebih dikenal Bersama sebutan seho, sudah Sebelum dulu menjadi sumber mata pencaharian Kelompok, sebagai bahan baku Untuk pembuatan cap tikus maupun gula merah.
Potensi pohon aren yang tumbuh melimpah dan Kearifan Lokal pembuatan gula merah Ke Minahasa Tenggara, dikembangkan Bersama Dinas Kebudayaan dan Wisata Internasional Kabupaten Minahasa Tenggara sebagai destinasi agrowisata. Salah satunya adalah agrowisata pohon aren Ke Desa Pangu Satu, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembuatan gula merah Ke Minahasa Tenggara, khususnya Ke sentra produksi seperti Desa Pangu, dilakukan secara tradisional. Proses ini dimulai Bersama menyadap air nira Bersama mayang pohon aren, petani memotong sedikit ujung mayang (bunga) aren dan menampung tetesan air nira (biasa disebut saguer Ke Minahasa) menggunakan bambu. Proses ini dilakukan pagi hari, dilanjutkan Bersama penyaringan, nira yang telah dikumpulkan harus segera disaring Untuk memisahkan kotoran atau serangga.
Air nira harus segera dimasak agar tidak terfermentasi menjadi asam. Nira dimasak menggunakan wajan besar Ke atas tungku kayu bakar Di beberapa jam Bersama api stabil hingga mengental.
Di dimasak, cairan nira terus diaduk agar tidak gosong. Setelahnya cairan berubah warna menjadi cokelat tua dan mengental, adonan siap dicetak. Cairan panas gula yang sudah mengental dituangkan Ke Untuk cetakan yang terbuat Bersama tempurung kelapa dan didiamkan hingga mengeras.
Traveler yang berkunjung Ke Minahasa Tenggara, selain dapat Merasakan secara langsung pembuatan gula merah dan cap tikus, juga bisa berinteraksi Bersama petani aren. Berkunjung Ke destinasi agrowisata gula merah merupakan Pada Bersama mengenalkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan praktik Pertanian berkelanjutan.
—
Hari Suroto
Penulis bekerja Ke Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara
(ddn/ddn)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pohon Seho, Harta Karun Minahasa Tenggara yang Diolah Bersama Sebab Itu Gula hingga Cap Tikus











