Wisata  

Jumlah Wisatawan Di Jeju Menurun Sesudah Marak Rumor Pulau Horor-Orang Hilang



Jakarta

Jeju mulai merasakan dampak Untuk maraknya rumor Perkara Pidana Hukum orang hilang dan kematian yang beredar Di media sosial. Menjelang musim wisata musim gugur, jumlah wisatawan domestik Di pulau wisata Korea Selatan itu pun mulai menurun.

Dikutip Untuk Seoul Economic Daily, Senin (31/8/2026), Asosiasi Wisata Internasional Jeju Mengungkapkan jumlah wisatawan domestik yang berkunjung Ke 1-29 Agustus turun 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Padahal, hingga pertengahan bulan, kunjungan masih sedikit lebih tinggi Untuk tahun Sebelumnya.

Penurunan mulai terlihat jelas Disekitar 24 Agustus, ketika jasad seorang pria bermarga Jang ditemukan Sesudah lebih Untuk 100 hari dinyatakan hilang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dibandingkan berdasarkan hari yang sama Untuk sepekan, penurunannya lebih terasa. Ke 25-30 Agustus 2025, Jeju Merasakan 213.706 wisatawan domestik. Ke Di Yang Sama, Ke 24-29 Agustus tahun ini, jumlahnya hanya 202.234 orang, turun 11.472 wisatawan atau 5,4 persen.

Penurunan juga Lebihterus besar sepanjang pekan. Untuk hanya 0,3 persen Ke Senin, angkanya menjadi 4,5 persen Ke Selasa, 5,3 persen Ke Rabu, 4,9 persen Ke Kamis, dan 7,6 persen Ke Jumat. Ke Sabtu, penurunannya mencapai 10 persen.

Pelaku industri Wisata Internasional menilai faktor musiman saja tidak cukup menjelaskan penurunan tersebut. Nah, Perkara Pidana Hukum Jang itu disebut membuat sejumlah Perkara Pidana Hukum orang hilang Sebelumnya kembali ramai dibagikan Di Jaringan, Agar memicu kecemasan wisatawan.

Kekhawatiran Lebihterus Meresahkan Sesudah empat orang ditemukan meninggal Di Jeju Untuk rentang 22-24 Agustus. Ke 22 Agustus, seorang pria berusia 60-an ditemukan meninggal Di Gujwa-eup. Kasusnya menjadi sorotan Sebab laporan kehilangannya juga diduga ditutup secara keliru Dari petugas yang menangani Perkara Pidana Hukum Jang.

Sehari Sesudah Itu, seorang pria yang diperkirakan berusia 70-an dan Sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan Di perairan Jocheon-eup. Ke 24 Agustus, korban lain ditemukan meninggal Di Didekat sebuah lembah Di Aewol-eup. Di hari yang sama, jasad Jang ditemukan Di Hallim-eup.

Ke 29 Agustus, jasad seorang anggota militer berusia 20-an ditemukan Di pesisir Didekat Pelabuhan Haye, Seogwipo. Dia meninggalkan Tempattinggal dua hari Sebelumnya Di membawa perlengkapan memancing dan Sesudah Itu tak dapat dihubungi.

Polisi meyakini tidak ada unsur kriminal Untuk Perkara Pidana Hukum-Perkara Pidana Hukum tersebut. Tetapi, Sebab kabar kematian muncul berdekatan, sejumlah Perkara Pidana Hukum yang sebenarnya tidak berkaitan mulai digabungkan Di media sosial dan komunitas online. Informasi yang belum terverifikasi serta klaim yang dibesar-besarkan Sesudah Itu memunculkan kesan bahwa Jeju tidak aman.

Narasi tersebut Justru ramai disebut sebagai “Jeju horror story” atau “kisah horor Jeju”. Kepuasan itu membuat industri Wisata Internasional khawatir. Jika persepsi bahwa seluruh Jeju tidak aman terus berkembang, pembatalan perjalanan dan berkurangnya pemesanan Mutakhir dikhawatirkan Meresahkan.

“Kami memahami bahwa ada sejumlah pembatalan perjalanan Di Jeju Sesudah pemberitaan mengenai Perkara Pidana Hukum-Perkara Pidana Hukum tersebut muncul,” kata seorang pelaku industri Wisata Internasional.

“Belum ada pembatalan Untuk skala besar, tetapi jika situasi ini terus berlanjut, musim wisata musim gugur bisa terdampak,” dia menambahkan.

Pemerintah Provinsi Jeju meminta Komunitas tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menghapus konten yang terbukti tidak benar.

Gubernur Jeju Wi Seong-gon mengatakan rumor yang membuat Jeju seolah-olah lebih berbahaya dibandingkan Daerah lain harus segera diluruskan.

“Fakta yang akurat dan informasi yang diperlukan harus disampaikan Di cepat. Kita harus merespons secara aktif agar informasi yang belum terverifikasi tidak Lebihterus memperbesar kecemasan mengenai Perlindungan Jeju,” ujarnya.

Pemerintah Berencana membentuk sistem respons khusus dan meninjau kembali penanganan Perkara Pidana Hukum orang hilang bersama kepolisian, pemadam kebakaran, serta kelompok Komunitas sipil. Penguatan CCTV dan pemantauan berbasis kecerdasan buatan juga disiapkan Sebagai Meningkatkan Perlindungan.

(fem/fem)



Femi Diah


Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jumlah Wisatawan Di Jeju Menurun Sesudah Marak Rumor Pulau Horor-Orang Hilang

slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin