Tokyo selalu punya cara Untuk memanjakan wisatawan. Termasuk, kafe dan penginapan lawas Hingga kawasan Akasaka ini.
Didalam luar, tempat ini sekilas tampak seperti kafe biasa Didalam bangunan bergaya retro. Tetapi, antrean wisatawan Asing kerap terlihat Hingga Didepan kafe tersebut belakangan ini.
Kejadian Luar Biasa itu cukup Menarik Perhatian perhatian. Sebab, sebagian besar pengunjungnya bukan wisatawan lokal, melainkan turis Didalam berbagai Bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa yang membuat Tokyo Little House begitu Menarik Perhatian? Berikut sejumlah faktanya.
5 Fakta Little House Hingga Akasaka, Tokyo yang Diselidiki Turis Asing
1. Tempattinggal Berusia Disekitar 70 Tahun
Tokyo Little House Memiliki sejarah panjang. Tempattinggal ini dibangun Ke 1948, hanya tiga tahun Setelahnya Konflik Bersenjata Dunia II berakhir, Hingga kawasan yang Pada itu masih dipenuhi reruntuhan. Lokasinya berada tepat Hingga Dibelakang gedung Dewan nasional, Hingga kawasan Akasaka, Tokyo.
“Tempattinggal kecil kami Merasakan kota ini bangkit Didalam kegelapan abu-abu hingga diterangi cahaya lampu neon seperti sekarang,” demikian gambaran pemilik Tokyo Little House Hingga situs resminya.
Menariknya, bangunan tersebut bukanlah kafe modern yang sengaja dibuat Didalam Prototipe retro. Tokyo Little House merupakan Tempattinggal tradisional Jepang yang telah berusia Disekitar 70 tahun dan menjadi saksi perubahan Tokyo Didalam masa Hingga masa.
Seiring berjalannya waktu, Akasaka berkembang menjadi salah satu kawasan yang melambangkan kebangkitan Tokyo Setelahnya Konflik Bersenjata. Hingga Di gedung-gedung modern dan gemerlap kota, Tokyo Little House menjadi salah satu Tempattinggal kayu lama yang masih bertahan hingga kini.
“Tempattinggal kecil kami, yang sekarang dikelilingi Didalam berbagai bahasa dan gemerlap cahaya, dibangun tiga tahun Setelahnya Konflik Bersenjata, ketika kawasan ini masih berupa hamparan reruntuhan,” tulis pengelola Tokyo Little House.
2. Lantai Pertama Didalam Sebab Itu Kafe dan Galeri
Bangunan klasik tersebut terdiri Didalam dua lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai kafe yang sekaligus menjadi ruang galeri.
Pengunjung tidak hanya datang Untuk menikmati Minuman Kafein dan Minuman, tetapi juga bisa mengenal sejarah Tokyo Melewati berbagai pameran dan koleksi yang tersedia Hingga dalamnya.
Menurut keterangan Hingga situs resminya, pengunjung dapat melihat pameran pilihan mengenai sejarah Tokyo serta membaca koleksi Bacaan, majalah lama, peta, dan berbagai dokumen langka. Koleksi tersebut menggambarkan Tokyo Didalam sudut pandang penduduk, orang-orang yang pernah tinggal Hingga kota ini, hingga para pengunjung Ke masa lalu.
3. Lantai Dua Bisa Disewa Untuk Menginap
Keunikan Tokyo Little House tidak berhenti Hingga lantai pertama. Lantai dua bangunan ini telah diubah menjadi sebuah akomodasi privat. Hanya satu kelompok tamu yang dapat menginap Untuk satu waktu, Supaya suasananya lebih Damai dan personal.
Suite tersebut dapat menampung hingga tiga orang dewasa Didalam masa menginap minimal lima malam. Untuk keluarga yang membawa anak, akomodasi itu dapat menampung hingga empat orang.
Meski telah direnovasi, sejumlah elemen asli Tempattinggal tetap dipertahankan. Jendela kayu, dinding tanah, lantai tatami, serta berbagai benda peninggalan keluarga masih menghiasi ruang tamu.
Sambil Itu, kamar tidur telah diperbarui Didalam lantai kayu, kasau terbuka, dan dinding plester. Tersedia pula dapur kecil Didalam perlengkapan memasak dan peralatan makan. Toilet, pancuran, dan mesin cuci juga telah diperbarui Untuk menunjang kenyamanan tamu.
Tempattinggal tersebut Sebelumnya Itu menjadi tempat tinggal keluarga Di tiga generasi. Kini, lantai duanya diubah menjadi penginapan yang memungkinkan tamu merasakan suasana Tokyo masa lalu, sembari tetap menikmati fasilitas modern.
4. Karakter Tempattinggal Lama Tetap Dipertahankan
Renovasi Tokyo Little House dilakukan Di Disekitar enam bulan. Tetapi, proses tersebut tidak bertujuan menghilangkan karakter lama bangunan.
Total luas lantai dua Disekitar 36 meter persegi, Didalam ruang tamu dan kamar tidur yang terhubung Untuk Prototipe denah terbuka. Akses Ke lantai dua juga dibuat terpisah Didalam kafe dan dilengkapi Kunci elektronik, Supaya Kerahasiaan tamu tetap terjaga.
Karakter Tempattinggal lama masih terasa Didalam tangga yang cukup curam. Lantaran itu, pengelola menyebut akomodasi ini kurang cocok Untuk lansia atau tamu Didalam keterbatasan fisik.
Lokasinya yang berada Hingga kawasan hiburan juga membuat suara Didalam jalan terkadang masih terdengar Ke malam hari, terutama Disekitar pukul 21.00 hingga Di malam atau Malahan lebih larut.
Kendati telah dilengkapi insulasi dan jendela ganda, pengelola tetap menyediakan penyumbat telinga Untuk tamu yang membutuhkan suasana lebih Damai.
5. Didalam Sebab Itu Kandidatteratas Turis Asing
Popularitas Tokyo Little House kini tidak hanya datang Didalam wisatawan lokal. Seperti dikutip SoraNews24, pengelola kafe menyebut wisatawan mancanegara sebagai salah satu kelompok pengunjung terbanyak.
Tak heran jika antrean wisatawan Asing kerap terlihat Hingga Didepan kafe, terutama ketika Lagi ramai. Mereka datang bukan sekadar Untuk menikmati Minuman dan minuman, tetapi juga Untuk merasakan suasana Tokyo yang berbeda Didalam destinasi wisata populer Ke umumnya.
Salah satu menu yang cukup Menarik Perhatian perhatian adalah cinnamon toast. Roti panggang tersebut dibuat renyah Didalam cita rasa yang ringan dan dibanderol Disekitar 600 yen atau Disekitar Rp 62.000.
Pengunjung juga dapat memesan Minuman Kafein Untuk menemani waktu bersantai Hingga Untuk bangunan tua yang menjadi saksi perjalanan Tokyo tersebut.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tempattinggal Berusia 70 Tahun Hingga Tokyo Ini Bikin Turis Antre











