loading…
Pertempuran dagang Ke Amerika Utara mencapai titik didih Mutakhir. Ri AS Donald Trump resmi menandatangani tiga Hukuman Politik ekonomi yang siap menghantam Kanada Bersama tarif Perdagangan Masuk Negeri fantastis 50%. Foto/Dok
Langkah agresif ini mengincar berbagai sektor Produk Internasional vital Kanada, mulai Bersama industri Produsen Kendaraan, produk olahan susu (dairy), hingga minuman beralkohol. Seorang pejabat senior Gedung Putih menggambarkan jangkauan Hukuman Politik ini sangat luas, mencakup daftar Produk Internasional Bersama yang paling unik hingga industri berat.
“Dampaknya sangat bervariasi, mulai Bersama produk wine, stik hoki, hingga semen. Justru Sebagai sektor Produsen Kendaraan saja, ada 18 halaman daftar Produk Internasional yang terkena dampak jika aturan ini diberlakukan,” ujar pejabat tersebut.
Balasan Atas Diskriminasi Kanada dan Retaknya Perjanjian USMCA
Gedung Putih menegaskan bahwa pemberlakuan tarif 50% ini merupakan tindakan defensif atas “diskriminasi yang berlanjut” Bersama pemerintah Kanada Pada produk-produk AS. Trump secara terbuka meradang Sebab Kanada -bersama China- menjadi salah satu Bersama sedikit Bangsa yang berani membalas tarif AS Di beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: AS Ancam Tarif 100% Untuk Pembeli Energi Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Hukuman Politik ini menandai eskalasi besar Sebab Berencana tetap berlaku Kendati Produk Internasional-Produk Internasional tersebut Sebelumnya Itu telah Merasakan pembebasan bea masuk Ke bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Beberapa Skor keberatan utama Washington meliputi. hambatan Produsen Kendaraan & alkohol.
Aturan Kanada yang membatasi Perdagangan Keluar Negeri Kendaraan Pribadi dan minuman beralkohol AS menjadi sorotan, lantaran Keputusan tersebut tidak berlaku Ke Bangsa lain. Lalu ada kuota keju yang ketat, dimana aturan kuota keju AS Ke Kanada jauh lebih restriksi dibandingkan kuota Sebagai produk keju serupa yang diimpor Kanada Bersama Uni Eropa.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: AS Kembali Picu Pertempuran Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%











